EVALUASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) PADA SEKOLAH MODEL LAMPUNG TIMUR

  • Elvina Maya Puspa Universitas Muhammadiyah Metro
  • Agus Sutanto Universitas Muhammadiyah Metro
  • Sudirman Aminin Universitas Muhammadiyah Metro
Keywords: Evaluasi, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Sekolah Model

Abstract

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Lampung mengembangkan satuan pendidikan
yang dipilih untuk menjadi sekolah model didalam menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal
(SPMI) yang harapannya dapat dijadikan contoh oleh satuan pendidikan yang lain didalam menerapkan
penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Fokus dari penelitian kualitatif ini adalah: (a) Bagaimana
sosialisasi Permendikbud No. 28 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan
Menengah kepada warga sekolah model dan sekolah imbas, (b) Bagaimana implementasi (SPMI) di
Sekolah Model oleh Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS), (c) Bagaimana peran kepala
sekolah memfasilitasi TPMPS didalam mengimplementasikan SPMI, (d) Bagaimana tingkat efektifitas
kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Fasda di sekolah model, (e) Bagaimana peran dan
tanggungjawab Dinas Pendidikan Kabupaten melalui Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah
(TPMPD) di dalam menjalankan fungsi pembinaan, pembimbingan, pendampingan serta supervisi
terhadap pelaksanaan SPMI di sekolah model. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini diperoleh
kesimpulan bahwa: (a) Kegiatan sosialisasi oleh TPMPS disetiap sekolah model terhadap warga sekolah
sudah berjalan dengan baik, terjadwal dan melibatkan seluruh anggota TPMPS, (b) Implementasi SPMI
oleh TPMPS yang meliputi tahap pemetaan mutu, perencanaan program pemenuhan mutu, pelaksanaan
program pemenuhan mutu, evaluasi dan monitoring serta penetapan standar baru sebagai bentuk tahap
tindak lanjut dari pelaksanaan program secara umum sudah dapat berjalan sesuai dengan aturan dari
Permendikbud No.28 Tahun 2016, jika mungkin ada kendala dan kelemahan itu karena program
perencanaan pemenuhan mutu yang dibuat oleh TPMPS belum dapat masuk pada RKAS sehingga
berdampak belum maksimalnya pelaksanaan program pemenuhan mutu, (c) peran kepala sekolah model
dalam memfasilitasi TPMPS melaksanakan implementasi SPMI sudah berjalan baik, hanya perlu
ditingkatkan dalam hal melibatkan pihak dinas pendidikan dan unsur masyarakat melalui komite sekolah,
(d) peran Fasda sudah cukup efektif didalam menjalankan kegiatan pendampingan di sekolah model dan
(e) peran serta tanggungjawab dinas pendidikan kabupaten melalui Tim Penjaminan Mutu pendidikan
Daerah (TPMPD) sampai dengan selesainya penelitian ini belum begitu kelihatan peran sertanya dalam
menjalankan Sistem penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

Published
2021-02-18
Section
Articles