KONSEP DAKWAH KULTURAL NAHDLATUL ‘ULAMÂ

  • Nuryani Nuryani Universitas Muhammadiyah Metro
  • M. Ali Syufa’at Universitas Muhammadiyah Metro
  • M. Samson Fajar Universitas Muhammadiyah Metro
Keywords: Dakwah Kultural, Nahdlatul ‘Ulama

Abstract

Nahdlatul ‘Ulamâ sebagai sebuah jamiyyah dhiniyyah yang berhaluan faham Ahlussunnah wal Jamaah merupakan organisasi terbesar di Indonesia yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 16 Rajab 1344 H / 31 Januari 1926. Dalam dakwahnya  Nahdlatul ‘Ulamâ menggunakan metode dakwah Cultural, seperti halnya dakwah yang dipraktikkan Wali Songo. Nahdlatul al-‘Ulamâ memperkuat pendekatan budaya sebagai salah satu elemen penting dakwah Islam ditanah air. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang membahas tentang metode dakwah kultural Nahdlatul al-Ulamâ. Adapun macam-macam metode dakwah Nahdlatul ‘Ulamâ diantaranya adalah berceramah, propaganda, pendidikan, kelembagaan, keteladanan, kesenian, diskusi, tanya jawab, bimbingan konseling, karya tulis, korespondensi, silaturahmi. Adapun Strategi dakwah Nahdlatul al-‘Ulamâ yaitu melalui pembudayaan nilai-nilai Islam dengan menggunakan perangkat budaya lokal sebagai instrumen dakwahnya. Dalam pandangan kaum Nahdliyin kehadiran Islam yang dibawa oleh Rosulullah SAW. Bukanlah untuk menolak tradisi yang telah berlaku dan mengakar menjadi kultur kebudayaan masyarakat, melainkan sekedar untuk melakukan pembenahan dan pelurusan terhadap tradisi dan budaya yang tidak sesuai dengan risalah Rosulullah.

References

Al-Barsany, Iskandar, Noer. (2001). Biografi dan Garis Besar Pemikiran Kalam Ahlussunnah wal Jamaah; Jakarta: Raja Grafindo Persada; Jakarta.
Asy'ari, Hasyim. (1999). Al-Qânûn Al-Asâsiy Ahlussunnah wal Jama'ah, Yogyakarta: LKPSM.
Sulistiawati, Eka. (2012). Pendekatan Dakwah NU, Muhammadiyah, Persis Dan LDII, Bandung.
Hemlan Elhany Bsy. (2011). Ilmu Dakwah. Bahan Pengajaran Sekolah Tinggi Agama Islam Negri (STAIN) Jurai Siwo Kota Metro.
Zaini, A. Wahid Zaini. (1999). Dunia Pemikiran Kaum Santri, Yogyakarta: LKPSM.
Zuhri, Saefudin. (1976). Menghidupkan Nilai-Nilai Ahlussunnah wal Jama'ah dalam Praktek, IPNU; Jakarta,
Siradj, Said Aqil. (1999). Ahlussunnah wal Jama'ah dalam Lintas Sejarah, Yogyakarta: LKPSM.
Fathoni, Khorul & Muhammad Zen. (1992). NU Pasca Khittah Prospek Ukhuwah Dengan Muhammadiyah, Yogyakarta: Media Widya Karya.
Latif, M. Hasyim. (1979). Ahlussunnah Waljama'ah, Majlis Ta'if Wa Tarjamah LP Maarif; Jawa Timur.
Amin, M. Mashyur. (1997). Dakwah Islam dan Pesan Moral, Jakarta: Al-Amin Perss.
Khamami, Rizqon. (2004). Anak Muda NU dan Dakwah Internasional, Probolinggo.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, dan Kualitatif R&D, Bandung: Alfabeta, Cet. Ke-8.
Suryabrata, Sumardi. (1990). Metodologi Penelitian, Jakarta: Rajawali Press.
Abdullah, Taufiq dan Abdurrahman Suryamiharja. (1985). Ilmu Sejarah dan Historiografi: Arah dan Prespektif, Jakarta: PT. Gramedia.
Surachmad, Winaro. (1972). Dasar dan teknik research: Pengantar Metodologi Ilmiah, Bandung: Tarsito.
Tashwirul Afkar, Edisi No 1 Mei-Juni 1997
Published
2019-12-07
Section
Articles