REPRESENTASI NILAI - NILAI PLURALISME DALAM FILM LIMA

  • Anggun Viniza Vidia Videska UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Vina Zahratul Hayat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Muhamad Afdoli Ramadoni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Keywords: pluralisme, film lima, semiotika, toleransi, islam

Abstract

Pluralisme dalam hierarki tatanan sosial masyarakat merupakan sebuah fenomena yang tidak mungkin dihindari. Konsep pluralisme sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga sekarang. Namun persebaran gagasan ini mengalami kontroversi dan penolakan dari berbagai kalangan sehingga menimbulkan pro dan kontra. Sebagai masyarakat majemuk, idealnya harus bisa hidup dalam pluralisme dengan menjalin harmoni hidup beragama. Menampilkan rasa hormat dan toleransi satu sama lain tanpa harus meyakini keberadaan kebenaran pada agama dan keyakinan agama lain. Berdasarkan konteks di atas, maka muncul pertanyaan bagaimana nilai-nilai pluralisme dalam film lima? Analisis yang akan digunakan adalah teori Question of representation dari Branston dan Stafford (2003: 90-116). Teori ini menjelaskan bagaimana representasi menjalankan proses pembentukan suatu identitas tertentu secara berulang-ulang terhadap objek yang dicitrakan didalam media. Terdapat tiga konsep dari teori ini yaitu stereotyping, representation and the real, question of positive and negative images. Konsep pertama mengkaji asumsi negatif yang tersebar luas tentang kelompok tertentu. Konsep kedua menggambarkan sesuatu secara realita dan tidak terdistorsi. Konsep ketiga mengenai pandangan positif dan negatif  masyarakat terhadap suatu kelompok tertentu.Streotip yang dibangun di dalam film lima yakni isu rasisme dan intervensi dalam menilai seseorang bukan berdasarkan prestasi melainkan ras dan warna kulit.

References

Bagus (2006), Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia)
Hall, (2003) " The Work of Representation, Representation : Cultural Representation and Signifying Practices, ( London : Sage Publication)
Judy Giles dan Tim Middleton. (1999) Studying Culture : A Practical Introduction, (Oxford : Blackwell Publisher)
Kalarensi Naibaho, Film Aset Budaya Bangsa yang Harus Dilestarikan, Retrieved from https://perfilman.perpusnas.go.id/artikel/detail/106.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, (2005), (Jakarta: Balai Pustaka)Hidayat (1998), Passing over melintasi batas agama , ( Jakarta: Gramedia dan Paramadina)
Mohammad Enha, Review Film Lima, Retrieved from https://enhamasterpiece.wordpress.com/2018/11/04/review-dan-spoiler-film-lima/
Nasution,(1985) Islam ditinjau dari berbagai Aspek, (Jakarta : Universitas)
Rahman, , (2014) “Fikrah: Islam dan Pluralisme, Vol. 2, No. 1, Juni 2014.
Sinaga, Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Resensi Film Lima, Pembinaan Ideologi Pancasila Retrieved from https://medan.tribunnews.com/2018/06/02/resensi-film-lima-pembinaan-ideologi-pancasila?,
Sobur, (2006) Semoitika Komunikasi, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya)
Published
2022-12-30
Section
Articles