TAYANGAN PERSIDANGAN KASUS PEMBUNUHAN BRIGADIR J SEBAGAI PILAR INDEPENDEN MEDIA
TAYANGAN PERSIDANGAN KASUS PEMBUNUHAN BRIGADIR J SEBAGAI PILAR INDEPENDEN MEDIA
Abstract
Artikel ini menggambarkan peran media untuk mendukung penegakan keadilan di Indonesia, yang dibuktikan dengan bentuk mengawasi dengan cara menayangkan prosesi persidangan kasus sambo oleh media yang tidak sekedar opini. Walaupun tak semua media mengikuti dengan cara menyiarkan secara langsung gelar prosesi persidangan kasus Sambo atas pembunuhan Brigadir J, namun bentuk tayangan yang selalu berkala menginformasikan secara jelas tayangannya, yang pada awalnya media juga sempat bungkam hanya mengikuti keinginan skenario yang ditayangkan secara berulang. Maknanya adalah, media berpihak kepada masyarakat dalam mengawal kasus Brigadir J hingga akhir. Masalahnya ketika media tidak berpihak kepada masyarakat maka pemberitaan akan hilang dan kasus mampu ditutupi dari pandangan publik dalam menginginkan keadilan ditegakkan. Sikap seperti ini dapat digunakan sebagai bukti bahwa media tidak mampu independen lagi, karena bisa distir oleh permerintahan dan institusi yang memiliki kekuatan ekonomi dan politik.
References
Mulyana, D. (2001). Nuansa-nuansa Komunikasi; Meneropong Politik dan Budaya Komunikasi Masyarakat Kontemporer. (Bandung: Remaja Rosdakarya)
Aria Aditya Setiawan. Peran Media Massa dalam Meningkatkan Kualitas Kepemerintahan Lokal Berbasis Human Security di Kota Jayapura.
Musfialdy (2015). Peran Media Massa Saat Pemilihan Umum Mengawasi atau Diawasi. Jurnal RISALAH, Vol. 26, No.2.
https://www.kompasiana.com Media Massa dalam Kasus Sambo.
Copyright (c) 2022 Alen Manggola

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








