AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/alidzaah
<p><a href="https://www.kingstribeca.com/">slot gacor hari ini</a>Al-Idza'ah merupakan jurnal yang berkonsentrasi dalam Kajian Keilmuan Dakwah dan Komunikasi.</p>Universitas Muhammadiyah Metroen-USAL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi2613-9707STRATEGI DAKWAH MULTIKULTURAL DALAM MENJANGKAU MASYARAKAT LOKAL PAPUA (STUDI PADA MASJID AGUNG AL-FALAH NABIRE)
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/alidzaah/article/view/11637
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah multikultural dalam menjangkau masyarakat lokal Papua di Masjid Agung Al-Falah Nabire. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dakwah di Masjid Agung Al-Falah Nabire didominasi oleh komunitas Muslim pendatang dari berbagai daerah di Indonesia, sedangkan keterlibatan masyarakat asli Papua dalam aktivitas keagamaan Islam masih sangat minim. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kuatnya identitas budaya dan agama masyarakat lokal yang mayoritas beragama Kristen, sehingga menciptakan hambatan sosial dan komunikasi dalam proses dakwah. Selain itu, terdapat persepsi jamaah bahwa dakwah secara langsung kepada masyarakat asli Papua memiliki risiko sosial yang cukup tinggi akibat adanya penolakan terhadap perpindahan agama serta konflik sosial yang dapat muncul di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa pendekatan dakwah yang bersifat formal dan konfrontatif kurang efektif diterapkan dalam konteks masyarakat multikultural di Nabire. Oleh karena itu, strategi dakwah yang lebih relevan adalah pendekatan persuasif, dialogis, humanis, dan berbasis hubungan sosial melalui penghormatan terhadap budaya lokal, komunikasi interpersonal, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, dakwah multikultural di Nabire memerlukan strategi yang inklusif dan adaptif agar mampu menciptakan harmoni sosial dan membangun hubungan yang lebih terbuka antara komunitas Muslim pendatang dan masyarakat lokal Papua.</p>Ilham Akbar Al-Mujahid
Copyright (c) 2026 Ilham Akbar Al-Mujahid
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-152026-07-1581364410.24127/al-idzaah.v8i2.11637Transformasi Dakwah di Era Globalisasi pada Komunitas Muslim Tionghoa di Masjid Lautze 2 Bandung
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/alidzaah/article/view/11618
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi dakwah di era globalisasi pada komunitas Muslim Tionghoa di Masjid Lautze 2 Bandung dalam perspektif sosiologi dakwah kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman mualaf dalam proses konversi agama dan pembentukan identitas keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Lautze 2 Bandung tidak hanya menjadi pusat pembinaan mualaf lokal, tetapi juga memiliki dimensi global dengan hadirnya mualaf dari berbagai negara. Transformasi dakwah ditandai dengan pergeseran dari pendekatan konvensional menuju pendekatan dialogis, partisipatif, dan kontekstual yang berbasis komunikasi antarbudaya. Pendakwah berperan sebagai fasilitator yang mampu mengakomodasi keberagaman latar belakang mualaf melalui strategi inkulturasi dan pendekatan personal. Selain itu, proses konvergensi agama menunjukkan adanya integrasi antara identitas budaya asal dengan ajaran Islam yang baru. Meskipun terdapat berbagai tantangan seperti perbedaan bahasa, budaya, dan tekanan sosial, pendekatan dakwah yang adaptif mampu membantu mualaf dalam membangun identitas keagamaan yang inklusif dan stabil. Dengan demikian, transformasi dakwah di Masjid Lautze mencerminkan model dakwah yang relevan dalam menghadapi dinamika global masyarakat multikultural</p>Puja
Copyright (c) 2026 Puja
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-152026-07-1581193510.24127/al-idzaah.v8i2.11618BEYOND REPRESENTATION
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/alidzaah/article/view/11512
<p><strong>Abstract</strong></p> <p>This study explores how Muslim women’s leadership is discursively constructed in Aisyiyah’s digital hagiography through the lens of feminist communication. Moving beyond representational analysis, the study conceptualizes leadership as a communicative and ideological process shaped by narrative, discourse, and symbolic practices in digital religious contexts. Drawing on qualitative analysis of Aisyiyah’s online biographical narratives, the findings reveal that leadership is constructed through interrelated dimensions: pedagogical authority, moral exemplarity, communicative competence, organizational modernity, gender negotiation, collective practice, and reformist agency. These discursive formations produce a hybrid model of leadership that simultaneously expands women’s public roles while remaining anchored in Islamic ethical frameworks. The study argues that digital hagiography functions as a normative communicative infrastructure that legitimizes and reproduces gendered authority. By integrating feminist communication and discourse analysis, this article contributes to understanding how Muslim women’s leadership is negotiated, institutionalized, and transformed in contemporary digital Islamic publics.</p> <p> </p>SUMADI SUMADI
Copyright (c) 2026 SUMADI SUMADI
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-152026-07-1581456110.24127/al-idzaah.v8i2.11512Dengan ini kami mengajukan KOEKSISTENSI LINTAS IMAN DALAM REPRESENTASI VISUAL SERIAL ANIMASI UPIN DAN IPIN
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/alidzaah/article/view/11011
<p>Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi visual moderasi beragama dalam serial animasi Upin dan Ipin serta menjelaskan pembentukan makna melalui relasi penanda dan petanda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain semiotika Ferdinand de Saussure. Data berasal dari korpus tiga episode bertema perayaan, yaitu Ramadan dan Hari Raya, Gong Xi Fa Cai, serta Deepavali, yang diakses melalui YouTube. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan menyimak tayangan berulang, melakukan segmentasi adegan, mencatat menit adegan, mengambil tangkapan layar, dan menyalin dialog relevan. Unit analisis ditetapkan pada tingkat adegan atau rangkaian adegan koheren yang menampilkan relasi lintas identitas. Analisis mencakup identifikasi penanda visual seperti simbol perayaan, ruang domestik dan ruang publik, gestur kebersamaan, serta tindakan partisipatif, lalu penafsiran petanda dan kategorisasi berdasarkan empat pilar moderasi beragama, yaitu antikekerasan, kebangsaan, toleransi, dan anti radikalisme. Hasil menunjukkan bahwa moderasi beragama direpresentasikan sebagai pola sosial berulang melalui rumah yang terbuka, berbagi makanan, gotong royong, dan keterlibatan anak membantu persiapan perayaan pihak lain, sehingga koeksistensi dipahami sebagai kebiasaan hidup bersama yang damai. Temuan ini mendukung literasi visual dalam Pendidikan Agama Islam dan penguatan kebijakan konten ramah anak, sementara studi resepsi audiens disarankan sebagai riset lanjutan. Pemetaan penanda petanda menunjukkan struktur representasi yang stabil dan mudah ditelusuri antar episode konsisten.</p>Luthfiyah Mahrusah
Copyright (c) 2026 Luthfiyah Mahrusah
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-152026-07-158111810.24127/al-idzaah.v8i2.11011ANALISIS FRAMING KONFLIK EKONOMI–EKOLOGI DALAM PEMBERITAAN PT GAG NIKEL RAJA AMPAT DI KUMPARAN.COM DAN TEMPO.CO
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/alidzaah/article/view/10537
<p>Eksploitasi sumber daya alam di Indonesia kerap menimbulkan ketegangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini menganalisis bagaimana Kumparan.com dan Tempo.co membingkai konflik ekonomi–ekologi terkait izin operasi kembali PT Gag Nikel di Raja Ampat, wilayah yang dikenal dengan keanekaragaman hayatinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis <em>framing</em> Robert N. Entman yang meliputi empat elemen: pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi solusi. Data dikumpulkan melalui <em>purposive sampling</em> terhadap berita yang dipublikasikan pada 3–15 September 2025. Hasil menunjukkan bahwa Kumparan.com menyoroti legitimasi prosedural dan kepatuhan regulasi, sedangkan Tempo.co menonjolkan dampak ekologis dan pengabaian terhadap masyarakat adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media berfungsi sebagai arena kontestasi wacana antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.</p>Citra MaesyaNurkinanTri Susanto
Copyright (c) 2026 Citra Maesya, Nurkinan, Tri Susanto
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-152026-07-1581627810.24127/al-idzaah.v8i2.10537