Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Buah Bit, Cabai, dan Buah Naga Menggunakan Metode DPPH

  • faradita dhiyan putri universitas muhammadiyah metro
  • Nadya Syarifatul Fajriyah Program Studi Sains Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro
  • Miftahuz Zakiyah Program Studi Sains Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro
  • Ilham Fathurrahman Program Studi Sains Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro
  • Suharno zen Program Studi Sains Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro
Keywords: Antioksida, DPPH, radikal bebas, cabai, buah bit, buah naga, flavonoid, senyawa fenolik

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang memiliki elektron tidak berpasangan sehingga dapat merusak sel dengan cara mengambil elektron dari molekul lain. Radikal bebas dapat berasal dari faktor eksternal seperti sinar matahari, polusi, asap rokok, serta bahan kimia, maupun terbentuk secara alami dalam tubuh melalui proses metabolisme. Oleh karena itu, diperlukan antioksidan untuk menetralkan radikal bebas tersebut. Buah bit (Beta vulgaris), cabai (Capsicum annuum L.), dan buah naga (Hylocereus polyrhizus) merupakan bahan pangan nabati yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, vitamin C, dan pigmen alami (betalain dan antosianin) yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan dari ketiga ekstrak tersebut menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Metode ini didasarkan pada penurunan absorbansi larutan DPPH berwarna ungu akibat reaksi dengan senyawa antioksidan yang mendonorkan atom hidrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ketiga sampel berbeda-beda. Cabai memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai inhibisi maksimum sebesar 90,36% pada konsentrasi 60 ppm. Buah bit menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai maksimum sekitar 55,41% pada konsentrasi 80 ppm. Sementara itu, buah naga memiliki aktivitas antioksidan terendah dengan nilai inhibisi maksimum sekitar 30%. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kandungan senyawa bioaktif dalam masing-masing sampel. Berdasarkan hasil tersebut, urutan kekuatan aktivitas antioksidan adalah cabai, buah bit, dan buah naga. Meskipun demikian, ketiganya tetap berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan.

Published
2026-07-28