DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/decoding <p><span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Decoding merupakan jurnal mahasiswa komunikasi dan penyiaran islam yang diterbitkan dua kali dalam setahun. Decoding adalah jurnal akademik yang diterbitkan oleh program studi komunikasi dan penyiaran islam, universitas muhammadiyah metro. Jurnal decoding berfokus pada publikasi hasil sintesa penelitian mahasiswa dalam bidang kajian dakwah dan komunikasi . Artikel jurnal ditulis dalam bahasa indonesia. &quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:513,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;12&quot;:0}">Decoding merupakan jurnal mahasiswa komunikasi dan penyiaran islam yang diterbitkan dua kali dalam setahun. Decoding adalah jurnal akademik yang diterbitkan oleh program studi komunikasi dan penyiaran islam, universitas muhammadiyah metro. Jurnal decoding berfokus pada publikasi hasil sintesa penelitian mahasiswa dalam bidang kajian dakwah dan komunikasi . Artikel jurnal ditulis dalam bahasa indonesia. </span></p> Universitas Muhammadiyah Metro en-US DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI 2747-2507 Komunikasi Ritual Simbolik Makan Nasi Ketan dalam Tradisi Pernikahan Suku Lembak Kota Bengkulu https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/decoding/article/view/11279 <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study discusses symbolic ritual communication in the Makan Nasi Ketan tradition in the wedding customs of the Lembak ethnic group in Bengkulu City. This tradition is carried out after the engagement process and becomes one of the important stages in the sequence of traditional wedding ceremonies. The purpose of this study is to understand the symbolic meaning of sticky rice (nasi ketan) and the process of cultural communication that occurs within this tradition. The study employs an ethnographic approach with qualitative methods to describe in depth the cultural practices, social interactions, and meanings understood by the community members who perform the tradition. The research data were collected through observation, interviews with traditional leaders and family members involved in the ceremony, as well as documentation. The results show that nasi ketan is interpreted as a symbol of attachment, representing the hope that the marital relationship will be strong and inseparable. In addition, the Makan Nasi Ketan tradition also serves as a ritual communication space for both families to deliberate, establish the wedding committee, divide roles and responsibilities, and discuss various customary requirements, including the dowry, in an open manner. Therefore, this tradition not only carries symbolic meaning but also functions as a medium of cultural communication that strengthens social relationships and preserves the continuity of traditional values within the Lembak community in Bengkulu City.</em></p> M. Ridho Syabibi Tarmizi Hawasi Copyright (c) 2026 DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI 2026-06-09 2026-06-09 6 2 1 10 10.24127/decoding.v6i2.11279 MENTERI BAHLIL DALAM RUANG DIGITAL: KONSTRUKSI CITRA BAHLIL PADA MEME POLITIK DI MEDIA SOSIAL TIKTOK https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/decoding/article/view/11281 <p>Konektivitas media sosial yang semakin mutakhir memunculkan sebuah fenomena media baru berupa meme sebagai alat komunikasi yang&nbsp; menggunakan infrastruktur digital interaktif. Pada konteks ini, meme digunakan tidak hanya untuk hiburan tetapi juga sebagai alat untuk penggambaran digital dan pembangunan citra tokoh-tokoh terkemuka, seperti tokoh politik. Penelitian ini berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan menganalisis bagaimana citra Menteri Bahlil Lahadalia direpresentasikan melalui meme politik yang beredar dalam ruang digital TikTok. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan Analisis penelitian ini menggunakan teori Representasi Stuart Hall dengan meme politik di media sosial TikTok dipahami sebagai praktik representasi yang memanfaatkan elemen visual dan teks yang bersifat humoristik maupun satir dalam membentuk citra tokoh politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme mengonstruksi citra politik Menteri Bahlil melalui interaksi tanda visual dan teks yang menghasilkan makna humor, satir, dan tidak objektif, sebagaimana dijelaskan oleh Stuart Hall. Selain itu, meme menjadi praktik komunikasi politik digital yang memungkinkan publik secara kolektif membentuk dan menegosiasikan citra tersebut di media sosial seperti TikTok.</p> Nisa Afifah Abdul Manan Nasution Copyright (c) 2026 DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI 2026-06-09 2026-06-09 6 2 11 24 10.24127/decoding.v6i2.11281 PARADIGMA JURNALISTIK ISLAM DALAM DAKWAH DIGITAL BERBASIS AI: STUDI KASUS KONTEN ANIMASI DI MEDIA SOSIAL https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/decoding/article/view/11307 <p>Perkembangan media digital dan kecerdasan buatan (AI) telah mempengaruhi kegiatan dakwah di media, salah satunya melalui video pendek berbentuk animasi. Perkembangan tersebut diikuti juga dengan tantangan logika viralitas serta bagaimana etika penyampaian pesan keagamaan dijaga, khusunya dalam perspektif etika jurnalistik islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan paradigma jurnalistik islam dalam dakwah digital berbasis animasi AI pada akun instagram dan tiktok @edumotion.ai. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten dakwah animasi melalui AI memiliki struktur narasi yang konsisten yaitu pembukaan, isi dan penutup yang mencerminkan adaptasi pola jurnalistik. Etika jurnalistik ditunjukkan melalui beberapa hal, prinsip kejujuran tampak melalui penggunaan rujukan ayat, namun masih terdapat kecenderungan makna. Prinsip verifikasi belum ditampilkan secara eksplisit melalui penyebutan sumber yang jelas. Prinsip amanah dan tanggungjawab sosial tercermin melalui penyampaian pesan moral dan reflektif, meskipun masih memerlukan penguatan dalam aspek kedalaman dan konteks. Kecerdasan buatan (AI) berperan dalam produksi visual dan narasi, namun juga membawa implikasi berupa simplikasi informasi dan percepatan produksi konten. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah digital berbasis kecerdasan buatan (AI) tidak hanya membutuhkan strategi kreatif, tetapi juga landasan etis yang kuat. Integrasi paradigma jurnalistik diperlukan untuk memastikan konten dakwah tidak hanya menarik dan mudah diakses, tetapi juga akurat, terverifikasi dan bertanggungjawab secara sosial.</p> Ela Indah Dwi Syayekti Alfan Fahmi Al Faqih Dinar Ayu Chandra Agustin Copyright (c) 2026 DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI 2026-06-09 2026-06-09 6 2 25 38 10.24127/decoding.v6i2.11307 Komunikasi Akulturasi Dakwah Ki Marogan Berbasis Nilai Auliya dalam Tradisi Kebudayaan Islam Lokal di Palembang https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/decoding/article/view/11348 <p>Dakwah di Indonesia berlangsung di tengah masyarakat yang kaya akan budaya dan tradisi lokal. Keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh penyampaian ajaran agama, tetapi juga kemampuan menyesuaikan pesan keagamaan dengan budaya setempat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi dakwah Kiai Marogan di Palembang, akulturasi ajaran Islam dengan tradisi lokal, serta implementasi nilai auliya dalam praktik dakwahnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Kiai Marogan menyesuaikan gaya komunikasi dengan bahasa, adat, dan kebiasaan masyarakat sehingga pesan dakwah mudah diterima. Dalam praktiknya, Kiai Marogan mengintegrasikan ajaran Islam dengan tradisi lokal seperti tahlil, ratib saman, nigo tujuh, penggunaan bedug, dan adat pernikahan tanpa mengabaikan syariat. Nilai auliya seperti kesabaran, kebijaksanaan, kejujuran, kesederhanaan, dan kepedulian sosial diterapkan melalui keteladanan pribadi, menjadikannya tokoh yang dipercaya masyarakat. Keberlanjutan dakwah terlihat dari kegiatan haul dan pengamalan ajaran Islam yang tetap hidup di masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah yang menyesuaikan diri dengan budaya lokal dan menerapkan nilai auliya dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap Islam serta membantu melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya lokal.</p> Mery Febrianti Muhammad Irfan Zalfa Adlina Alvira Stevani Muhammad Afdoli Ramadoni Copyright (c) 2026 DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI 2026-06-09 2026-06-09 6 2 39 55 10.24127/decoding.v6i2.11348 Strategi Komunikasi Dakwah Persuasif Amil Dalam Meningkatkan Jumlah Muzakki diLAZISMu PDM Kota Metro Tahun 2022-2024 https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/decoding/article/view/10053 <p>Strategi komunikasi dakwah persuasif merupakan strategi yang digunakan oleh amil LAZISMu PDM Kota Metro. dalam hal ini, strategi komunikasi amil untuk meningkatkan jumlah muzakki di LAZISMu PDM Kota Metro sangat diperlukan melihat beberapa permasalahan serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. analisis penelitian ini adalah rendahnya partisipasi muzakki di Kota Metro dibandingkan dengan potensi zakat yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. yang kemudian data tersebut dianalisis, menyederhanakan data dan menarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah persuasif yang diterapkan LAZISMu PDM Kota Metro meliputi pemanfaatan media sosial (Hasyim et al., 2020; Dewi, 2023), penyampaian pesan melalui pengajian, surat, dan konten digital, sosialisasi hukum zakat, inovasi program zakat produktif (Ramdani, 2022; Latif, 2021), serta melibatkan tokoh masyarakat (Bekti Satriadi, wawancara, 2023; Adi Mutaqin, wawancara, 2023) dan komunitas. Faktor pendukung strategi ini antara lain adanya komitmen amil, dukungan tokoh masyarakat (Bekti Satriadi, wawancara, 2023; Adi Mutaqin, wawancara, 2023), dan program-program kreatif LAZISMu, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang zakat. Strategi yang tepat dan persuasif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi muzakki untuk menyalurkan zakat melalui LAZISMu PDM Kota Metro.</p> Yogi Pratama Muhammad Nur Copyright (c) 2026 DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI 2026-06-09 2026-06-09 6 2 56 66 10.24127/decoding.v6i2.10053 PERAN AKTIVITAS DAKWAH IMMAROTUS SYU’UNITH THALABAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PUBLIC SPEAKING DI PONDOK PESANTREN ISLAM AL MUHSIN METRO TAHUN 2025 https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/decoding/article/view/11407 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas dakwah Immarotus Syu'unith Thalabah (IST) dalam </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">meningkatkan kualitas public speaking santri di Pondok Pesantren Islam Al Muhsin tahun 2024. Public </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">speaking merupakan kemampuan penting bagi santri sebagai calon dai yang dituntut mampu </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">menyampaikan pesan dakwah secara efektif dan komunikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus IST, pembina, serta santri yang terlibat aktif dalam </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">kegiatan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dakwah IST berperan signifikan dalam </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">meningkatkan kualitas public speaking santri, khususnya pada aspek keberanian tampil, artikulasi, </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">penguasaan materi, intonasi suara, serta struktur pemenuhan pesan. Dari 20 santri yang mengikuti </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">kegiatan dakwah, sebanyak 14 santri mengalami peningkatan public speaking secara signifikan, sementara </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">6 santri lainnya menunjukkan peningkatan secara bertahap. Faktor pendukung dalam pelaksanaan dakwah </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">IST meliputi pelatihan rutin, metode dakwah yang variatif, serta dukungan pembina dan lingkungan </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">pesantren. Adapun faktor penghambat internal meliputi perbedaan tingkat kepercayaan diri santri, </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">keterbatasan waktu latihan, serta evaluasi kegiatan yang belum terstruktur secara optimal.</span></span></p> <p>&nbsp;</p> Arya Daffa Yudisthira Hariyanto Copyright (c) 2026 DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI 2026-06-09 2026-06-09 6 2 67 72 10.24127/decoding.v6i2.11407 STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI ZAKAT MASYARAKAT DI BAZNAS KOTA METRO TAHUN 2024-2026 https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/decoding/article/view/11419 <p>Zakat merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan umat Islam melalui distribusi <br>ekonomi dan penguatan solidaritas sosial. Namun, realisasi penghimpunan zakat di Indonesia, termasuk di <br>Kota Metro, masih belum sebanding dengan potensi yang tersedia. Kondisi ini menunjukkan perlunya <br>strategi komunikasi dakwah yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam <br>menunaikan zakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi dakwah pemasaran <br>yang diterapkan oleh BAZNAS Kota Metro dalam meningkatkan partisipasi zakat masyarakat serta <br>mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif <br>dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, <br>dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman dengan <br>teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kota <br>Metro menerapkan strategi komunikasi dakwah pemasaran melalui penyampaian pesan religius yang <br>persuasif, pemanfaatan media komunikasi digital dan konvensional, serta kerja sama dengan instansi <br>pemerintah dan organisasi masyarakat. Strategi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan <br>partisipasi masyarakat dalam berzakat, meskipun masih menghadapi kendala seperti rendahnya literasi <br>zakat, keterbatasan sumber daya manusia, dan pemanfaatan media digital yang belum optimal.</p> Bagus Muh. Samson Fajar Copyright (c) 2026 DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI 2026-06-09 2026-06-09 6 2 73 85 10.24127/decoding.v6i2.11419 ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN LARANGAN PENGUMUMAN IDUL FITRI MANDIRI PADA MEDIA TEMPO DAN KOMPAS https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/decoding/article/view/11813 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan mengenai perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah pada media Tempo dan Kompas.com menggunakan model framing Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing yang meliputi empat elemen, yaitu <em>define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media memiliki framing yang berbeda dalam mengonstruksi realitas sosial terkait perbedaan Idul Fitri. Tempo membingkai isu sebagai persoalan diskriminasi dan pelanggaran kebebasan beragama terhadap warga Muhammadiyah. Media ini menonjolkan kasus intoleransi, kritik terhadap pemerintah dan masyarakat, serta pentingnya pluralisme dan perlindungan hak beragama. Sementara itu, Kompas.com membingkai isu sebagai persoalan persatuan umat dan legitimasi pemerintah dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri. Kompas.com lebih menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial, menghormati keputusan pemerintah, dan mempertahankan ukhuwah Islamiyah. Perbedaan framing tersebut menunjukkan bahwa media memiliki sudut pandang dan konstruksi realitas yang berbeda dalam memberitakan isu keagamaan sehingga dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap suatu peristiwa.</p> Dewi Iim Durrotul Hikmah Dewi Nur Anjelina Siregar Copyright (c) 2026 DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI 2026-06-09 2026-06-09 6 2 86 97 10.24127/decoding.v6i2.11813 Persepsi PERSEPSI CALON PENGANTIN DAN PERAN PENYULUH AGAMA TERHADAP FENOMENA CHILDFREE DI KANTOR URUSAN AGAMA WAY JEPARA LAMPUNG TIMUR https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/decoding/article/view/11484 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Fenomena <em>childfree</em> merupakan salah satu isu keluarga yang semakin banyak diperbincangkan di ruang publik, khususnya melalui media sosial, dan kerap memunculkan beragam pandangan di tengah masyarakat. Pilihan untuk tidak memiliki anak dipandang sebagai bentuk kebebasan individu dalam menentukan arah kehidupan berkeluarga, namun di sisi lain juga menimbulkan perdebatan dari aspek sosial, budaya, dan keagamaan. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji persepsi calon pengantin sebagai dua individu yang sedang berada pada fase awal pembentukan keluarga, sehingga memiliki peran strategis dalam menentukan nilai dan orientasi kehidupan rumah tangga ke depan. Selain itu, penelitian ini juga menelaah peran penyuluh agama dalam menyikapi dan memberikan pembinaan terkait fenomena <em>childfree</em> kepada calon pengantin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi calon pengantin terhadap fenomena <em>childfree</em> sebagian besar telah terbentuk melalui paparan media sosial. Meskipun demikian, pemahaman tersebut tidak secara langsung memengaruhi keputusan calon pengantin untuk mengikuti konsep <em>childfree</em>. Adapun peran penyuluh agama adalah informatif dan edukatif terhadap fenomena <em>childfree</em> sehingga mampu membentuk kerangka berpikir calon pengantin lebih dalam memaknai tujuan pernikahan dan kehidupan berkeluarga.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Calon Pengantin, <em>Childfree</em>, Penyuluh Agama</p> Dian Ayu Lestari Dian Fathur Rahman Copyright (c) 2026 DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI 2026-06-09 2026-06-09 6 2 98 107 10.24127/decoding.v6i2.11484 DARI PASAL KARET KE KEPASTIAN HUKUM: PERJALANAN UU ITE INDONESIA 2008-2026 https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/decoding/article/view/11537 <p><em>Since its enactment in 2008, the Information and Electronic Transactions Law (ITE Law) has served as the legal foundation for digital activities in Indonesia, yet its articles have often been criticized as multi-interpretive and potentially silencing freedom of expression. This study aims to analyze the dynamics of changes to the ITE Law from 2008 to 2026 and examine the 2025 Constitutional Court decision that narrows problematic articles. This research employs a descriptive qualitative approach with literature study method and thematic analysis. The findings reveal four main themes: the journey of regulatory changes, the Constitutional Court decision as a turning point, harmonization with the new Criminal Code, and implementation challenges at the law enforcement level. This study concludes that although regulations continue to be improved, implementation challenges still trigger a chilling effect on public freedom of expression.</em></p> Uly Wali Daturrahmah Harmonis Copyright (c) 2026 DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI 2026-06-09 2026-06-09 6 2 108 121 10.24127/decoding.v6i2.11537