Edukasi Preventif DBD dengan Pemanfaatan Tanaman Anti Nyamuk dan Ikan Predator Nyamuk di Puskesmas Banjarsari Metro
Abstract
Maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kota Metro. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Metro melaporkan bahwa secara kumulatif terjadinya peningkatan kasus pada tahun 2024, dilaporkan 728 kasus dengan 0 ( tidak ada kematian ) dan jika dibandingkan pada tahun 2023 terdapat 122 kasus dengan tidak ada kematian. Upaya preventif dalam pencegahan DBD memiliki peran krusial dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini. Upaya preventif dapat mencakup sejumlah strategi, termasuk pengendalian vektor nyamuk, sosialisasi dan edukasi masyarakat, pemantauan kasus, serta kampanye lingkungan bersih. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kami melaksanakan sosialisasi terkait pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Tujuan dari kegiatan ini meliputi: 1) menjelaskan bahaya penyakit demam berdarah, 2) cara melakukan pencegahan penularan penyakit DBD, 3) menjelaskan kepada masyarakat wilayah puskesmas Banjarsari Kota Metro tentang cara pemanfaatan tanaman anti nyamuk dan pemeliharaan ikan predator nyamuk sebagai media penghambat perkembangan nyamuk. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah penyuluhan dan dilanjutkan dengan pembagian tanaman lavender serta ikan cupang yang bertujuan memberikan edukasi tentang pencegahan penyakit DBD yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Masyarakat wilayah puskesmas Banjarsari Kota Metro dapat memanfaatkan pengetahuan tentang DBD untuk pengentasan peningkatan penderita DBD di keluarga dan lingkungannya melalui pola perilaku pencegahan penyebaran nyamuk Aedes aegypti dengan pemanfaatan tanaman anti nyamuk dan ikan predator nyamuk
The increasing cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Metro City have raised concerns. According to data from the Metro City Health Office, there has been a cumulative increase in cases in 2024, with 728 reported cases and zero fatalities. In comparison, there were 122 cases with no fatalities in 2023. Preventive efforts play a crucial role in controlling the spread of this disease. These efforts can include strategies such as mosquito vector control, public awareness and education, case monitoring, and clean environment campaigns. As part of our community service, we conducted a socialization program on the prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). The objectives of this activity include: Explaining the dangers of dengue fever, Educating on how to prevent the transmission of DHF, Informing the community in the Banjarsari Health Center area, Metro City, about the utilization of mosquito-repellent plants and the maintenance of mosquito predator fish as a means to hinder mosquito development.The implementation method used was counseling, followed by the distribution of lavender plants and betta fish, aiming to educate the public on preventing DHF caused by the Aedes aegypti mosquito. The community service activity was successfully carried out according to the planned schedule. Residents in the Banjarsari Health Center area of Metro City can apply their knowledge of DHF to help reduce the number of cases within their families and surroundings by adopting preventive behaviors against the spread of Aedes aegypti mosquitoes through the use of mosquito-repellent plants and predator fish.


