Penambahan Mirror box therapy pada Constraint-Induced Movement Therapy (CIMT) Lebih Baik untuk meningkatkan fungsional anggota gerak atas penderita Stroke hemiparesis

  • Bota Muhammad Akbar Universitas Muhammadiyah Metro
  • Ganang Fandrian Universitas Muhammadiyah Metro
  • Al Um Aniswatun Khasanah Universitas Muhammadiyah Metro
Keywords: Mirror box therapy,Constraint-Induced Movement Therapy (CIMT), fungsional anggota gerak atas, Stroke hemiparesis

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di negara maju dan ketiga terbanyak di negara berkembang. Salah satu faktor yang menyebabkan pasien stroke menjadi tergantung dengan orang lain dan menjadi tidak mandiri dalam memenuhi kebutuhannya dan dalam melakukan aktifitas sehari-hari, diantaranya adalah adanya keterbatasan fungsional anggota gerak atas (AGA) yang mengalami kelemahan di salah satu sisi (hemiparesis) akibat lesi neurologis saraf pusat yang mereka alami. Adapun cara pendekatan, metode dan tehnik dalam bidang fisioterapi telah banyak yang dikembangkan guna melengkapi dan memperkaya dasar keilmuan dalam mengatasi masalah fisik dan fungsional bagi pasien penderita stroke, diantaranya adalah metode latihan Mirror box therapy dan Latihan Constraint Induced Movement Therapy (CIMT). Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan desain berupa pre-test control grup design dan bersifat untuk melihat perbedaan pengaruh pemberian CIMT dengan penambahan latihan MBT. Pada penelitian ini ada 20 sampel yang bersedia mengikuti program penelitian, sampel  yang didapatkan  bersifat  acak. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan intervensi Constraint Idunced Movement Therapy sedangkan kelompok perlakuan diberikan intervensi Constraint Idunced Movement Therapy  dan Mirror Box Therapy Latihan kedua kelompok berlangsung selama 4 minggu dengan 3 kali latihan dalam 1 minggu. Berdasarkan pengelompokan sampel tersebut dilakukan identifikasi data berdasarkan jenis kelamin dan usia. Pada kelompok kontrol didapatkan nilai p = 0,003, menunjukan bahwa p < 0,05 maka H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa hasil pemberian intervensi pada kelompok kontrol terbukti dapat meningkatkan fungsional anggota gerak atas. Pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p = 0,001 menunjukan bahwa p < 0,05 maka H0 ditolak, disimpulkan bahwa hasil pemberian intervensi pada kelompok perlakuan terbukti dapat meningkatkan kemampuan fungsional anggota gerak atas. Didapatkan nilai probabilitas (p) sebesar 0,154. Dari hasil uji statistik  p <α (0,05) maka dapat disimpulkan H0 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Penambahan Mirror box therapy pada Constraint-Induced Movement Therapy (CIMT) tidak lebih baik untuk meningkatkan fungsional anggota gerak atas penderita stroke hemiparesis.

Published
2022-01-04
Section
Articles