PROGRAM FISIOTERAPI PADA KASUS CERVICAL ROOT SYNDROME: CASE REPORT

  • Anita Maharani Sudarwanto Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Wijianto Wijianto Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: cervical root syndrome, Nyeri, kemampuan fungsional, lingkup gerak sendi, electro physical agent, terapi latihan.

Abstract

Pendahuluan: Cervical root syndrome (CRS) merupakan bentuk nyeri leher yang menjalar pada satu atau dua ekstremitas atas karena adanya kompresi atau iritasi pada akar saraf di tulang belakang leher. Sejalan dengan hal tersebut, gejala yang timbul dapat menyebabkan kelemahan otot dan mati rasa pada lengan dan tangan yang sangat mengganggu aktivitas fungsional. Diperlukan penanganan fisioterapi lebih lanjut pada kondisi ini sehingga tidak menimbulkan permasalahan sekunder. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian program fisioterapi berupa Infrared, electrical stimulation, stretching dan exercise therapy terhadap penigkatan kemampuan fungsional pada penderita cervical root syndrome (CRS). Metode: Single-subject research yang dilakukan kepada seorang Wanita berusia 53 tahun dengan kondisi Cervical root syndrome. Hasil : Evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan instrument pengukuran Numeric rating scale (NRS), Neck disability index (NDI) dan Range of motion (ROM). Terdapat peningkatan lingkup gerak sendi dan kemampuan fungsional dari baseline pengukuran awal. Kesimpulan: Terdapat peningkatan yang baik pada lingkupgerak sendi dan kemampuan fungsional pasien setelah diberikan penanganan Fisioterapi selama 4 minggu.

Kata kunci : cervical root syndrome, Nyeri, kemampuan fungsional, lingkup gerak sendi, electro physical agent, terapi latihan.

Published
2022-07-13
Section
Articles