Jurnal Guru Indonesia
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/jgi
<p>Jurnal Guru Indonesia adalah wadah publikasi bagi seluruh Guru di Indonesia. Persembahan terbaik dari kami <a title="Universitas Muhammadiyah Metro" href="https://ummetro.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas Muhammadiyah Metro</a> untuk para Guru sebagai pencerah Bangsa Indonesia.</p> <p>Online ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1614738178&1&&">2775-8656</a><br>Print ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1614738556&1&&">2775-684X</a></p> <p>Article Processing Charge/(Biaya Publikasi): Rp 500.000,-</p> <p> </p>Universitas Muhammadiyah Metroen-USJurnal Guru Indonesia2775-684XPembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Prestasi, Aktivitas dan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika Materi Tabung, Kerucut dan Bola di Kelas 9 H SMPN 1 Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun Pelajaran 2018/2019
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/jgi/article/view/3741
<p>Berawal dari prestasi, aktivitas, dan minat belajar siswa yang secara umum rendah terhadap pelajaran. Melihat fenomena seperti ini maka dilakukan upaya peningkatan prestasi, aktivitas, dan minat belajar siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual, dengan menghubungkan materi pada kehidupan sehari-hari dan lebih menekankan pada pemberdayaan siswa Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi, aktivitas dan minat belajar siswa kelas 9 H SMPN 1 Tulang Bawang Tengah melalui pendekatan kontekstual. Obyek penelitian ini adalah siswa kelas 9 H SMPN 1 Tulang Bawang Tengah Kab. Tulang Bawang Barat Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan jumlah 34 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanana , evaluasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Data prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan mengunakan tes, sedang data aktifitas siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, dan data mengenai minat siswa diperoleh dari sebaran angket yang diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah diberikan pemebelajaran matematika melalui pendekatan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada prestasi, aktivitas dan minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika melalui pendekatan kontekstual. Pada Pra siklus diperoleh nilai rata kelas 65,00 dengan ketuntasan belajar sebesar 44,12% atau 15 siswa, serta aktivitas siswa sebesar 47,06% atau 16 siswa dan tergolong cukup aktif. Pada siklus I perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 71,62 dengan ketuntasan belajar sebesar 70,59% atau 24 siswa, serta aktivitas siswa sebesar 73,53% atau 25 siswa dan dikategorikan aktif. Pada siklus II perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 78,82 dengan ketuntasan belajar sebesar 91,18% atau 31 siswa, serta aktivitas siswa sebesar 94,12% atau 32 siswa dan tergolong aktif, serta adanya peningkatan minat siswa terhadap pelajaran matematika. Jadi dari siklus ke siklus pembelajaran mengalami peningkatan sesuai dengan target pencapaian kurikulum yaitu ketuntasan minimal 85 % dan minimal mendapatkan nilai 75 Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan prestasi, aktivitas dan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika pada kelas 9 H SMPN 1 Tulang Bawang Tengah Tahun Pelajaran 2018/2019<strong>.</strong></p>Nilawati Nilawati
Copyright (c) 2023 Jurnal Guru Indonesia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2023-05-232023-05-233541742910.24127/jgi.v3i5.3741Penerapan Scientific Approach Berbasis Learning Community dengan Penjuru Informasi untuk Meningkatkan Kerjasama dan Hasil Belajar IPA Materi Zat Aditif dan Adiktif Siswa Kelas 8G
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/jgi/article/view/3742
<p>Latar belakang masalah penelitian ini adalah proses pembelajaran IPA yang kurang variatif dan tidak ada inovasi pembelajaran sehingga berujung pada rendahnya kerjasama dan hasil belajar biologi siswa kelas 8G . SMPN 1 Tulang Bawang Tengah. Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk meningkatan kerjasama dan hasil belajar biologi dengan menggunakan model <em>scientific approach berbasis learning community </em>dengan penjuru informasi. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dengan model penelitian mengacu pada model spiral dari S. Kemmis dan McTaggart. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 8G SMPN 1 Tulang Bawang Tengah dengan jumlah siswa 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis ketuntasan dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model <em>scientific approach berbasis learning community </em>dengan penjuru informasi dapat meningkatkan kerjasama dan hasil belajar IPA siswa. Terbukti dari pengukuran tingkat kerjasama belajar IPA siswa kelas 8G pada kondisi awal hanya 16 siswa atau 50,00% menjadi 24 siswa atau 75,00% dan 30 siswa atau 93,75% pada siklus kedua, dan peningkatan ketuntasan dan hasil belajar IPA siswa yang awalnya pada pembelajaran pra siklus siswa yang tuntas ada 12 siswa atau 37,50% dinyatakan tuntas pada siklus pertama meningkat menjadi 22 siswa atau 68,75% dan 30 siswa atau 93,75% pada siklus kedua, hasil ini sesuai dengan indikator yang ditentukan yakni nilai dengan KKM 75 di atas 85%. Adapun peningkatan nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 63,75 pada kondisi awal menjadi 71,25 pada siklus pertama dan 81,25 pada siklus kedua. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model <em>scientific approach berbasis learning community </em>dengan penjuru informasi pada pembelajaran IPA materi zat aditif dan zat adiktif dapat meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Tulang Bawang Tengah Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020.</p>Sumarni Sumarni
Copyright (c) 2023 Jurnal Guru Indonesia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2023-05-232023-05-233543044310.24127/jgi.v3i5.3742Peningkatan Keterampilan Guru dalam Menggunakan Metode Pembelajaran Inovatif melalui Pembinaan Berkelanjutan di SMPN 12 Tulang Bawang Barat Semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/jgi/article/view/3743
<p>Pengamatan peneliti sebagai kepala sekolah terhadap keterampilan guru di SMPN 12 Tulang Bawang Baratd alam menggunakan metode pembelajaran inovatif di sekolahnya masing-masing masih rendah. Hasil penilaian pada pra siklus pada 14 guru mata pelajaran menunjukkan bahwa belum ada guru yang mendapat kriteria minimal baik, hanya terdapat 8 guru atau 57,14% dalam kriteria KURANG, dan 6 Guru atau 42,86% dalam kriteria CUKUP dengan rata-rata hasil penilaian sebesar 49,76 dengan kriteria KURANG. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan metode pembelajaran inovatif melalui kegiatan pembinaan berkelanjutan. Subjek penelitian sebanyak 14 guru di SMPN 12 Tulang Bawang Barat.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi serta analisis dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah dengan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan metode pembelajaran inovatif oleh 14 guru di SMPN 12 Tulang Bawang Barat. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil yang diperoleh dari kondisi awal sebanyak 14 guru dinyatakan belum mempunyai keterampilan dalam menggunakan metode pembelajaran inovatif baik atau 0% dengan rata-rata penilaian 49,76, meningkat menjadi 9 guru atau 64.29% pada siklus pertama dengan hasil rata-rata nilai sebesar 69.95 serta 100% pada siklus kedua dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 89.23. Penjelasan mengenai kriteria nilai dari kondisi awa ladalah KURANG, meningkat menjadi CUKUP dan BAIK pada siklus terakhir. Kesimpulannya adalah pembinaan berkelanjutan yang dilakukan terhadap 14 guru di SMPN 12 Tulang Bawang Barat dinyatakan berhasil meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan metode pembelajaran inovatif<em>.</em></p>Sutini Sutini
Copyright (c) 2023 Jurnal Guru Indonesia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2023-05-232023-05-233544445810.24127/jgi.v3i5.3743Peningkatan Kinerja Guru dalam Menyusun Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka melalui Supervisi Akademis dengan Intensifikasi Bantuan Teman Sejawat di SMKN 4 Metro Tahun Pelajaran 2021/2022
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/jgi/article/view/3744
<p>SMK Negeri (SMKN) 4 Metro mendapatkan kepercayaan untuk menerapkan SMK PK pada jurusan Perikanan. Penerapan PK dan Merdeka Belajar dimulai dari Kelas X. Diawali dari perubahan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar menjadi Capaian Pembelajaran yang diturunkan dalam bentuk fase-fase. Kelas X SMK ada di Fase E untuk sementara. Penerapan Kurikulum SMK PK terus mengalami penyempurnaan. Komponen perencanaan pembelajaran pada Kurikulum Merdeka terdiri dari Analisis Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Ajar (MA). Kenyataan di lapangan, pelaksanaan pembelajaran tidak berjalan sesuai dengan perencanaan yang diharapkan oleh konsep Merdeka Belajar pada Kurikulum SMK PK. Pada guru SMKN 4 Metro yang telah menerapkan dua kurikulum,yaitu Kurikulum SMK PK untuk Kelas X Jurusan Perikanan dan Kurikulum 2013 pada jurusan lainnya, dan tingkat di atasnya, menurut hasil pengamatan, banyak guru membelajarkan siswa kurang, atau bahkan tidak mengikuti perencanaan Kurikulum Merdeka yang dilakukan sebelumnya. Penelitian dilaksanakan di SMKN 4 Metro beralamat pada Jl. Letjend. R. Soeprapto, Kel. Margodadi, Kec.Metro Selatan, Kota Metro. Subjek dalam penelitian ini adalah para guru SMKN 4 Metro, Tahun Pelajaran 2021/2022. Ada 46 orang guru di SMKN 4 Metro. Sebanyak 14 orang dari Guru Kelas XII, 16 orang Guru Kelas XI, dan 15 orang Guru Kelas X. Karena pelaksanaan program SMK PK hanya di kelas X. Kegiatan difokuskan pada 15 orang guru yang mengajara Kelas X dengan Kurikulum Merdeka. Perbedaan tindakan dalam tiap siklus adalah pada jenis penggunaan teknik tersebut. Teknik supervisi akademik yang dilakukan dalam siklus I adalah teknik kelompok, dan pada siklus II adalah teknik individu melalui pemberdayaan teman sejawat. Jika lebih dari dua siklus tujuan PTS belum tercapai maka sub teknik dari kedua teknik digunakan secara bervariasi. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa kinerja guru SMKN 4 Metro dalam menyusun Modul Ajar berbasis Kurikulum Merdeka meningkat secara signifikan melalui optimalisasi supervisi akademis dengan dengan penguatan teman sejawat. Supervisi pendidikan di sekolah adalah upaya pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap guru dalam upaya meningkatkan kinerja guru dalam perencanaan dan proses pembelajaran merdeka bejar. Menggunakan teknik kelompok. Sebanyak 15 orang guru dan staf pimpinan dikumpulkan untuk mendiskusikan perkembangan perbaikan ATP dan MA pada tahun sebelumnya, yaitu tahap SMK PK yang pertama. Pada pertemuan tersebut disepakati tentang adanya supervisi akademik pada orang 15 orang guru kelas X yang menjadi pioner dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Pembicaraan atau diskusi pada pertemuan individu ditekankan pada pertanyaan terbuka terhadap hasil temuan agar para guru berusaha untuk menerapkan berbagai informasi yang diperoleh sebelumnya, dalam menyusun dan mengembangkan ATP dan MA sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Muncul eksplorasi pemikiran terkait dengan pengembangan ATP dan MA yang bervariasi. Pelaksanaan teknik individual sebagai intensifikasi bantuan teman sejawat dilakukan lima langkah diterapkan oleh peneliti terhadap para guru yang kinerjanya masih rendah, atau kesulitan tertentu seperti pada perumusan kalimat pemantik dan asesmen. Pada siklus II, capaian bagian MA terus meningkat. Pada bagian informasi 97, kemudian bagian iti mencapai 77, 80, 70, 63, dan 77. Pada bagian kompetensi inti mencapai 70, 70, 80, 67, 67, 73, 70, dan 87. Pada bagian asesmen mencapai 70, 67, dan 70. Pada bagian Pengayaan mencapai 70, 77. Bagian refleksi mencapai 67 dan 60. Bagian lampiran mencapai 67, 73, dan 63. Daftas Pustaka mencapai 73. Predikatnya pada Siklus II tidak ada lagi predikat tidak sesuai, kurang sesuai menjadi 13%, muncul predikat sesuai sebesar 87%.</p>Verawati Hasan
Copyright (c) 2023 Jurnal Guru Indonesia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2023-05-232023-05-233545947310.24127/jgi.v3i5.3744Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPS Materi Pendistribusian Kembali (Redistribusi) Pendapatan Nasional Melalui Penerapan Metode Discovery Siswa Kelas 8.4 SMP Negeri 22 Bandar Lampung Semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/jgi/article/view/3746
<p>Hasil pengamatan peneliti di SMPN 22 Bandar Lampung menunjukkan bahwa pemahaman siswa pada materi IPS masih rendah, siswa kurang aktif dan kurang perhatian dalam pembelajaran, persentase hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS rendah. Pembelajaran IPS khususnya materi pendistribusian kembali (redistribusi) pendapatan nasional yang disajikan tidak akan tercapai apabila siswa mempunyai aktivitas belajar yang kurang baik. Berbagai kesulitan siswa dalam pembelajaran IPS harus diatasi oleh guru yakni mampu mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan materi IPS, salah satunya adalah penggunaan metode <em>Discovery.</em> Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS melalui metode <em>discovery</em> siswa kelas 8.4 SMP Negeri 22 Bandar Lampung Semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis penelitian tindakan kelas (PTK) collaborative yang dilakukan dengan terapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas Kelas 8.4 SMP Negeri 22 Bandar Lampung Semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan jumlah siswanya 30 siswa. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisa data menggunakan teknik deskriptif kualitatif terhadap data hasil observasi keaktifan dan tes hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode <em>discovery</em> dapat meningkatkan keaktifan siswa menunjukkan perolehan pada studi awal hanya 12 siswa atau 40.00%, naik menjadi 22 siswa atau 73.33% pada siklus pertama, dan 30 siswa atau 100% pada siklus kedua. Hal tersebut didukung pula oleh kenaikan hasil belajar siswa dari rata-rata pada studi awal hanya 63.33 naik menjadi 71.67 pada siklus pertama, dan 80.50 pada siklus kedua, dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 10 siswa (33.33%) pada studi awal, 70.00% atau 21 siswa pada siklus pertama, 28 siswa atau 93.33% pada siklus kedua dan masih terdapat 2 siswa (6.67%) yang belum tuntas belajarnya. Dengan adanya peningkatan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode <em>discovery</em> dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas Kelas 8.4 SMP Negeri 22 Bandar Lampung Semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023.</p>Ida Sri Zulyantina
Copyright (c) 2023 Jurnal Guru Indonesia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2023-05-232023-05-233547448410.24127/jgi.v3i5.3746Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Penguatan Diskusi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dasar Geografi dan Pemetaan di SMAN 1 Pekalongan Tahun Pelajaran 2019/2020
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/jgi/article/view/3797
<p>Literasi dan kemampuan berpikir kritis, salah satunya disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan untuk membelajarkan siswa SMAN 1 Pekalongan, khususnya kelas X IIS-2 pada pelajaran Geografi kurang menarik dan kurang dapat melibatkan siswa untuk aktif. Banyak siswa yang kurang atau bahkan tidak menyukai Geografi karena materinya tidak menantang dan hanya berisi hal-hal yang sifatnya rutin dan hafalan. Pembelajaran dengan diskusi setelah metode proyek, merupakan salah satu metode yang dapat memberikan kesempatan untuk meningkatkan peran aktif siswa untuk terlibat secara fisik maupun emosi dalam proses pembelajaran, hanya saja metode ini belum digunakan secara optimal di SMAN 1 Pekalongan untuk memberdayakan potensi siswa dalam mencapai tujuan belajar. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas X IIS-2 di SMAN 1 Pekalongan dalam pelajaran Geografi pada Dasar Geografi dan Pemetaan, meningkatkan kemampuan presentasi, berdiskusi, dan sikap siswa kelas X IIS-2 di SMAN 1 Pekalongan pada mata pelajaran Geografi. Para siswa kelas SMAN 1 Pekalongan Tahun Pelajaran 2019/2020 menjadi subjek penelitian, ada sebanyak sebanyak 28 orang siswa. Sasaran perubahan difokuskan pada hasil belajar, kemampuan presentasi, kemampuan diskusi, dan sikap. Penelitian diawali dengan prasiklus dan diselesaikan pada siklus II. Peneliti menyimpulkan bahwa prestasi belajar Geografi, kemampuan presentasi, diskusi, dan sikap siswa kelas X IIS-2 di SMAN 1 Pekalongan pada sub tema Keunggulan Lokasi Indonesia dapat ditingkatkan melalui penerapan metode diskusi dan pembelajaran berbasis proyek. Rata-rata prestasi belajar telah mencapai sasaran perubahan dan besarnya capaian yang diharapkan. Pada prasiklus belum ada sama sekali siswa yang mencapai nilai 7,0 tetapi pada siklus 1 sebanyak 75% siswa telah mencapai nilai >= 7,0. Pada siklus II siswa yang mencapai nilai di atas atau sama dengan 7,0 telah mencapai 100%. Pada siklus II siswa yang mencapai nilai di atas atau sama dengan 7,0 telah mencapai 100%. Kemampuan presentasi dan diskusi mencapai 93% baik, kemudian sikap predikat baik telah mencapai 100%. Elaborasi diskusi pada kelompok dan proyek tampaknya telah optimal dalam memfasilitasi kemampuan siswa untuk berdiskusi.</p>Siti Suparwati
Copyright (c) 2023 Jurnal Guru Indonesia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2023-05-302023-05-303548549910.24127/jgi.v3i5.3797Upaya Kepala Sekolah Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Pengelolaan Proses Pembelajaran melalui Supervisi Akademik dengan Teknik Classroom Visitation di SMPN 18 Tulang Bawang Barat Semester 2 Tahun Pelajaran 2021/2022
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/jgi/article/view/3740
<p>Pengelolaan proses pembelajaran mengajar di SMPN 18 Tulang Bawang Barat yang dilaksanakan oleh para guru masih bersifat konvensional, yaitu metode pembelajaran yang monoton yang diajarkan oleh guru serta keterbatasan sarana dan prasarana sekolah. Proses pembelajaran yang dilaksanakan menjadi kurang maksimal. Keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar merupakan tujuan yang paling diharapkan oleh semua guru. Untuk itu guru harus mampu menciptakan situsi belajar yang efektif. Karena suatu proses belajar mengajar yang efektif berlangsung apabila memberikan keberhasilan serta memberikan rasa puas bagi siswa maupun guru. Seorang guru merasa puas jika siswanya dapat mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh, bersemangat dan penuh kesadaran tinggi. Hal itu dapat tercapai apabila guru memiliki sikap dan kemampuan secara profesional serta mempunyai kemampuan mengelola proses belajar mengajar yang menyenangkan dan efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan dan peningkatan kemampuan guru dalam pengelolaan PBM melalui pelaksanaan supervisi akademik dengan Teknik <em>Classroom Visitation</em> di SMPN 18 Tulang Bawang Barat Semester 2 Tahun Pelajaran 2021/2022 khususnya pada aspek pengelolaan kegiatan belajar mengajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Metode dan rancangan penelitian tindakan sekolah ini dilakukan dengan prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip Kemmis dan Taggart (1988:10) yang mencakup kegiatan sebagai berikut : (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (action), 3) observasi (observation) , (4) refleksi (reflection). Subjek penelitian adalah guru di SMPN 18 Tulang Bawang Barat pada Semester 2 Tahun Pelajaran 2021/2022 sebanyak 12 guru. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam pengelolaan proses belajar mengajar (PBM), di mana pada kondisi awal tidak ada guru yang mampu menyusun pengelolaan proses belajar mengajar (PBM) dengan baik hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya hasil nilai rata-rata yang diperoleh guru-guru yaitu 46,25 dan hanya masuk dalam kategori kurang, pada siklus I meningkat cukup signifikan dan terdapat 8 guru atau 66,67% yang dinyatakan mampu mengelola proses belajar mengajar (PBM) dengan baik, dengan peroleh nilai rata-rata secara klasikal sebesar 65,50 dan masuk dalam kriteria cukup dan pada siklus terakhir menjadi guru atau 100%, dibuktikan dengan perolehan nilai sebesar 83,25 dalam kriteria nilai baik. Dari hasil penelitian sebagaimana dijelaskan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dengan Teknik <em>Classroom Visitation</em> di SMPN 18 Tulang Bawang Barat Semester 2 Tahun Pelajaran 2021/2022 terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan PBM.</p> <p> </p>Muhson Muhson
Copyright (c) 2023 Jurnal Guru Indonesia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2023-05-232023-05-233550051410.24127/jgi.v3i5.3740Upaya Meningkatkan Hasil dan Aktivitas Belajar Geografi Siswa Kelas XI ISOS-1 Melalui Pembelajaran Saintifik Elaborasi Media Film dan Penugasan Selama Masa Pandemi Covid 19 di SMAN 1 Sekampung Udik Tahun Pelajaran 2021/2022
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/jgi/article/view/3798
<p>Siswa harus belajar melihat posisi strategis Indonesia sebagai poros maritim dunia. Oleh karena itu pemahaman terhadap berbagai posisi strategis maritim Indonesia harus diberikan kepada generasi muda khususnya siswa-siswa Sekolah Menengah Atas (Atas). Pemahaman yang kokoh terhadap posisi strategis maritim tersebut akan mendorong kemajuan Negara Indonesia dalam kancah Internasioal. Tetapi kenyataan yang ada prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Geografi masih rendah. Lemahnya pemaknaan tentang arti posisi strategis maritim Indonesia membuat para siswa di SMAN 1 Sekampung Udik kurang memiliki kesadaran terhadap pentingnya memandang potensi tersebut sebagai asset modal dasar dalam membangun Negara Indonesia menjadi Negara maju. Selain suasana pemulihan dari Pandemi membutuhkan berbagai upaya yang kuat untuk mengembalikan “Learning Loss”. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Sekampung Udik pada siswa kelas XI ISOS-1 Semester Genap, Tahun Pelajaran 2021/2022. Terdapat 29 orang siswa. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan dari bulan Februari sampai dengan bulan April tahun 2017. Pelaksanaan PTK dilakukan sesuai dengan jadwal jam pembelajaran yang telah diatur oleh sekolah. Siklus I menerapkan pembelajaran saintifik dengan pemberdayaan media film, kemudian pada siklus II diperkuat dengan diskusi. Peneliti menyimpulkan bahwa hasil dan aktivitas belajar Geografi tema posisi strategis Indonesia sebagai poros maritim dunia siswa kelas XI ISOS-1 di SMAN 1 Sekampung Udik dapat ditingkatkan melalui pembelajaran saintifik difasilitasi dengan media film sebagai bahan diskusi dan penugasan. Aktivitas saintifik meningkat dari prasiklus ke siklus I, dan II. Pada siklus II Aspek aktivitas mengamati 71,43%, menanya 69.64, mencoba 75,89, mengasosiasi 70,54, dan mengkomunikasikan 70,54. Pada siklus II, aktivitas kurang menjadi 0%, aktivitas cukup menjadi 3%, dan aktivitas baik menjadi sebanyak 62%. Adapun aktivitas sangat baik mencapai 34%. Prestasi belajar mencapai nilai tertinggi sebesar 10, nilai terendah sebesar 7, nilai rata-rata sebesar 8.28, nilai di atas KBM sudah mencapai 29 siswa. Rata-rata semakin mendekati KBM yang diharapkan sehingga semakin banyak siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Ada peningkatan dari siklus I ke siklus II. Nilai rata-rata meningkat sebesar 1,48. Perubahan sikap spiritual dan sosial yang semakin baik. Perubahan tersebut merupakan perubahan yang sangat baik, sehingga sebagai besar siswa sudah menunjukkan sikap spiritual dan sosial pada tingkatan cukup. Kemampuan diskusi diskusi yang baik menunjukkan sebesar 93%. Kemampuan presentasi siklus I, bahwa sebanyak 24% siswa sudah menunjukkan klasifikasi tingkat cukup dan mencapai 76% presentase baik. Pada siklus II, kemampuan presentasi menunjukkan bahwa klasifikasi cukup turun menjadi 0, klasifikasi baik menjadi 76% klasifikasi sangat baik 24%.</p>Suyanti Suyanti
Copyright (c) 2023 Jurnal Guru Indonesia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2023-05-302023-05-303551552710.24127/jgi.v3i5.3798