PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik
<p>Profetik adalah jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang mengkaji konsep-konsep pendidikan Agama Islam dan pemikiran-pemikiran pengembangan pendidikan Agama Islam kontekstual. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari - Juni dan Juli - Desember.</p>Universitas Muhammadiyah Metroen-USPROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam2747-2523POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGATASI DAMPAK NEGATIF GAME ONLINE PADA REMAJA DENGAN MENGGUNAKAN AUTHORITATIVE PARENTING DI DESA BANJARREJO LAMPUNG TIMUR
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10891
<p>Game online merupakan jenis permainan yang dapat dimainkan oleh banyak orang yang di hubungkan melalui jaringan internet. Game online dapat menarik minat semua golongan usia, namun lebih banyak diminati oleh remaja. Selain memberikan hiburan, game online juga memberikan tantangan yang menarik untuk diselesaikan. Game online memiliki dampak positif dannegatif dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketergantungan atau adiksi.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari game online pada anak remaja di Desa Banjarrejo Lampung Timur dan bagaimana cara orang tua dalam mengatasi dampak negatif game online pada anak remaja menggunakan pola asuh <em>authoritative parenting</em> di Desa Banjarrejo Lampung Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan atau kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak negatif yang ditimbulkan dari game online terhadap anak remaja di Desa Banjarrejo Lampung Timur adalah, menimbulkan efek kecanduan, mengalami gangguan kesehatan fisik, boros atau rugi. Sedangkan cara orang tua dalam mengatasi dampak negatif menggunakan pola asuh <em>authoritative parenting</em> adalah memiliki berbagai macam cara untuk mengatasinya. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pendidikan sekolah orang tua, ada orang tua yang cara mengatasi dampak negatif dari game online dengan memberikan batasan waktu bermain, ada juga yang memberikan kesibukan pada anak, ada pula orang tua yang bersikap tegas pada anak dengan cara menyita hp anaknya, bahkan ada juga memberikan kebebasan pada anak yang penting anak tau batasan waktu. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa orang tua di Desa Banjarrejo ini tidak Semua menggunakan pola asuh <em>authoritative parenting</em> untuk mengatasi dampak negatif game online, melainkan ada yang menggunakan pola asuh otoriter dan juga permissive.</p>Alivia salsabilaIswatiHeri Cahyono
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-272025-12-276126327410.24127/profetik.v6i1.10891IMPLEMENTASI KEGIATAN KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 12 CILEGON
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/8376
<p>Kegiatan keagamaan merupakan salah satu komponen kunci dalam membentuk karakter peserta didik. Integrasi nilai-nilai agama dalam kurikulum, pembiasaan perilaku baik di lingkungan sekolah, dan pembinaan spiritual secara personal diharapkan mampu membantu peserta didik untuk memahami, menghargai, dan menerapkan nilai-nilai moral yang tinggi.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena kegiatan keagamaan dalam konteks pembentukan karakter peserta didik. Pendekatan kualitatif dipilih karena dapat menggali makna, pandangan, dan pengalaman peserta didik serta pendidik terkait implementasi kegiatan keagamaan dan dampaknya terhadap karakter.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak kegiatan keagamaan terhadap karakter peserta didik di SMP Negeri 12 Cilegon. Dengan menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif deskriptif, yang meliputi studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan, seperti shalat berjamaah dan pengajian, memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter siswa. Dampak positif yang ditemukan meliputi peningkatan disiplin diri, pengembangan empati dan kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai moral. Selain itu, kegiatan keagamaan juga membangun kemandirian dan ketahanan siswa, serta memperkuat spiritulitas mereka. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam implementasi kegiatan keagamaan, seperti kurangnya dukungan dari orang tua dan keterbatasan waktu. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa kegiatan keagamaan merupakan komponen penting dalam pendidikan karakter yang dapat menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia dan siap berkontribusi positif kepada masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memaksimalkan dampak positif dari kegiatan keagamaan dalam pembentukan karakter peserta didik</p>SofiyatiWasehudinRumbang SirajudinMachdum Bahtiar
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-292025-12-296127528910.24127/profetik.v6i1.8376IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PESANTREN DI SMP ISLAM DARUL MUTTAQIN METRO LAMPUNG
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10890
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pendidikan karakter berbasis pesantren di SMP Islam Darul Muttaqin Metro Lampung, serta mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang ditanamkan kepada siswa dan menganalisis faktor-faktor pendukung serta penghambat dalam proses implementasinya.</p> <p>Penelitian ini Menggunakan Metode Kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif diaplikasikan untuk memahami fenomena tersebut secara mendalam.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis pesantren efektif dalam menanamkan nilai-nilai esensial seperti disiplin, kejujuran, kerjasama, dan tanggung jawab melalui metode pembelajaran yang inovatif dan adaptif. Faktor pendukung utama termasuk komitmen kuat dari seluruh komponen sekolah, lingkungan belajar yang kondusif, serta kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai pesantren. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan finansial, serta kesulitan dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa yang beragam, tetap ada. Penelitian ini merekomendasikan adopsi model pendidikan karakter berbasis pesantren sebagai strategi efektif dalam pembentukan karakter siswa, dengan penekanan pada pentingnya inovasi dan adaptasi metode pendidikan karakter terhadap dinamika zaman dan tantangan global.</p>Fuad athifKuliyatunM. ihsan DacholfanyBayu Ardiwansyah
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-302025-12-306130130810.24127/profetik.v6i1.10890POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGUATKAN SPIRITUALITAS GENERASI ALFA ( STUDI KASUS MASYARAKAT DI DESA GANTIWARNO LAMPUNG TIMUR
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10878
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Asuh Orang Tua pada Masyarakat di Desa Gantiwarno Lampung Timur dan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung pola asuh orang tua dalam menguatkan spiritualitas Generasi Alfa di Desa Gantiwarno Lampung Timur.</p> <p>Penelitian ini Menggunakan Metode Kualitatif, dan Teknik Pengumpulan Data yang digunakan berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik Analisis Data yang digunakan diantaranya Reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Display), dan Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing).</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola asuh orang tua dalam menguatkan spiritualitas generasi alfa di desa gantiwarno adalah dengan cara pendampingan spiritualitas, Pendidikan akhlak, dan motivasi keislaman. Adapun Faktor Pendukungnya adalah keluarga (Internal), Lingkungan (Eksternal). Misalnya Support/dukungan positif dari keluarga, Komunikasi dan contoh yang baik, serta lingkungan yang baik dan mendukung, Sementara Faktor Penghambatnya adalah Keluarga (Internal) dan Lingkungan (Eksternal). Misalnya : Bermain Gadget yang berlebihan (Game/Media Sosial), Tidak ada support/dukungan dari keluarga, Lingkungan yang buruk dan tidak mendukung.</p> <p> </p> <p><strong> </strong></p>Williansyah putraIswatiPrabowo Adiwidayat
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-302025-12-306130931710.24127/profetik.v6i1.10878Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Audiovisual Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Matapelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah 3 Metro)
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10879
<p>Pembelajaran merupakan proses transfer ilmu dua arah, antara guru sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi. Penggunan media pembelajaran sangat berpengaruh dalam memperlancar komunikasi dalam proses pembelajaran. Penerapan media pembelajaan audio visual diterapkan dengan tujuan untuk mengetahui Keefektivitasan media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 3 Metro</p> <p>Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yang menggunakan desain penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersifat memecahkan suatu masalah yang hasilnya dideskripsikan secara menyeluruh. Subjek penelitian dalam PTK ini yaitu siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Metro dengan jumlah 23 Siswa</p> <p>Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa khususnya materi (Ibadah Haji dan Umrah) selama penggunaan media audio visual mengalami peningkatan, terlihat bahwa nilai rata-rata tes siswa pada pra siklus adalah 53,52 dengan jumlah siswa tuntas 6 yaitu 26,09% dan siswa tidak tuntas 17 yaitu 73,91%. Sedangkan pada siklus I nilai rata-rata siswa 69,70 dengan jumlah siswa tuntas 16 atau 69,57% dan siswa tidak tuntas 7 yaitu 30,43% pada siklus II nilai rata-rata siswa 80,17 dengan jumlah siswa tuntas 20 yaitu 86,96% dan siswa tidak tuntas 3 yaitu 13,04%. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media audio visual dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran siswa yaitu dari 26,09% mejadi 69,57% dan akhirnya 86,96%. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media audio visual dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.</p>RelitaHeri CahyonoBayu Ardiwansyah
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-302025-12-306129030010.24127/profetik.v6i1.10879PEMBELAJARAN IQRA’ DI TAMAN PENDIDIKAN QUR’AN (DITINJAU DARI PERSPEKTIF TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PIAGET)
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10880
<p>Perkembangan materi Iqra’ yang cara belajarnya dengan melafalkan bacaan dari tingkat 1 sampai 6 yang bergantung pada daya tangkap. Hal ini searah dengan pernyataan Piaget dalam teori perkembangan kognitif anak yaitu pertambahan usia anak akan memengaruhi perkembangan belajar mereka, karena usia berpengaruh pada daya tangkap anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui pembelajaran Iqra’ santri dengan kondisi sebenar-benarnya di lapangan, (2) Hasil dari tujuan pertama diteliti kembali dan ditinjau menggunakan perspektif teori perkembangan kognitif Jean Piaget, dan (3) Solusi dari kendala dalam pembelajaran Iqra’ yang ada di lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian (1) Pembelajaran Iqra’ di lapangan tidak ada kurikulum tiap semester, dan cara belajarnya dengan metode privat. (2) (a) Tahap Pra-Operasional pada subtahap simbolik berada pada Iqra’ tingkat 1, dan subtahap intuitif berada tingkat 4, dan 5, (b) Pada tahap operasional konkret berada ditingkat 4 sampai 6, (c) Tahap operasional formal berada tingkat 6. Selain usia, ada pengaruh lainnya, seperti latar belakang keluarga, cepat atau lambatnya anak mulai belajar serta memahami materi. Solusi atas kendala tersebut dengan sering tanya-jawab, memahami proses belajar, serta membentuk kurikulum Iqra’ disesuaikan perkembangan santri sebelumnya.</p>Aulia haniIswatiBayu Ardiwansyah
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-302025-12-306131832810.24127/profetik.v6i1.10880IMPLEMENTASI METODE INTEGRATIF PROYEK PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMK NEGERI 3 METRO LAMPUNG UNTUK MEMBANGUN KEPRIBADIAN PANCASILA
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10885
<p>Kurikulum merdeka dilaksanakan serentak di Indonesia pada tahun 2022, yang mana inti kurikulum merdeka belajar adalah memberikan keleluasan belajar bagi peserta didik untuk mengembangkan potensinya. Kurikulum merdeka belajar memprioritaskan untuk membuat sebuah projek sehingga peserta didik dapat menuangkan ide kreatifnya dan dapat berfikir <em>high order thinking skill</em> atau memiliki pemikiran kritis tentang sesuatu. Sehingga tujuan penelitian ini adalah pertama, mendeskripsikan implementasi metode integratif proyek pada pembelajaran PAI di SMK Negeri 3 Metro Lampung, yang kedua adalah untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung dari pelaksanaan implementasi metode integratif proyek pada pembelajaran PAI.</p> <p>Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Subjek atau informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) pada mata pelajaran PAI di SMK Negeri 3 Metro Lampung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara mendalam, melalui observasi dan dokumentasi. Sementara teknik analisis data disini penulis menggunakan teorinya Miles dan Huberman melalui langkah-langkah yaitu, data <em>collection</em> (pengumpulan data), data <em>reduction</em> (reduksi data), data <em>display</em> (penyajian data) dan <em>conclusion drawing</em> (kesimpulan).</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi metode integrative proyek pada pembelajaran PAI di SMK Negeri 3 Metro Lampung itu sudah dilakukan, projek-projek yang diberikan juga mengukur pada penguatan profil pelajar pancasila seperti 1) beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhllak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebhinekaan, 5) bernalar kritis dan 6) kreatif. Namun faktor penghambat dan pendukungnya juga telah teridentifikasi, faktor penghambatnya adalah karena kurikulum ini terhitung baru maka pada implementasinya guru masih belum berinovasi secara total sehingga projek yang dijalankan itu masih belum berjalan sesuai dengan tujuan Kemendikbud yang mengharapkan pendidik mampu memberikan keluasan dalam proses pembelajaran. Sementara faktor pendukungnya, dengan konteks kurikulum merdeka pendidik mampu melibatkan aktif siswa dalam pembelajaran dengan begitu, high orde thinking siswa di bilang tercapai karena dibilang mampu dalam teori, dan praktiknya. Kesimpulan secara umum yang mampu di ambil dalam pengimplementasian metode integratife proyek pada pembelajaran PAI terhitung baik.</p>Nyimas AuliaIswatiHeri Cahyono
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-302025-12-306132933710.24127/profetik.v6i1.10885Pengaruh Kecerdasan Buatan Terhadap Interprestasi Teks Keagamaan Islam
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/8353
<p>Penelitian ini mengkaji pengaruh kecerdasan buatan (AI) dalam interpretasi teks keagamaan Islam serta penerapan etis dan teologisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi keunggulan dan keterbatasan AI dalam menerjemahkan dan menafsirkan teks agama serta memahami persepsi masyarakat Muslim terhadap penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah refleksi literatur dengan pendekatan kualitatif yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi penerjemahan, tetapi memiliki keterbatasan dalam menangkap konteks sejarah, budaya, dan teologis dari teks keagamaan. Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai potensi distorsi makna serta pergeseran otoritas keagamaan dari ulama ke sistem berbasis teknologi. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan keterlibatan ahli agama dalam interpretasi teks suci guna menjaga keaslian dan kedalaman makna agama.</p>Muhammad Andryan FitryansyahSubhan MughniEnung NugrahaWasehudinRifyal Ahmad Lugowi
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-302025-12-306133835410.24127/profetik.v6i1.8353PROBLEMATIKA KETERAMPILAN BERBICARA SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10886
<p>Keterampilan berbicara sangat penting peranannya dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam dunia Pendidikan. Tidak aktifnya berbicara siswa dalam pembelajaran dapat menghambat jalannya proses pembelajaran, karena dalam suatu kegiatan pembelajaran memerlukan adanya keterlibatan atau partisipasi dari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk mengetahui problematika keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Seputih Banyak. (2) untuk mengetahui solusi agar siswa di SMP Negeri 1 Seputih Banyak dapat terampil berbicara pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam.</p> <p> Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.</p> <p>Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Problematika keterampilan berbicara yang dialami oleh siswa pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Seputih Banyak adalah siswa kurang menguasai materi pembelajaran PAI, siswa merasa kurang memiliki sikap percaya diri, mental siswa yang berbeda-beda, <em>blank</em> saat berbicara, serta memiliki kefasihan dalam berbicara. Keterampilan berbicara memiliki peranan penting dalam pembelajaran karena dengan siswa memiliki keterampilan berbicara yang baik maka kegiatan pembelajaran menjadi tidak monoton. (2) Solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Seputih Banyak yaitu : dengan memberikan apresiasi kepada siswa, guru melakukan pendekatan kepada siswa, melatih siswa berbicara untuk menyampaikan pendapat secara berulang-ulang, memiliki sikap terbuka dengan siswa, dan mengganti metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa.</p>Amalia rahmawatiHeri CahyonoNoormawanti
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-302025-12-306135435910.24127/profetik.v6i1.10886HIKMAH DI BALIK AYAT MUHKAM DAN MUTASYABIH: NILAI PENDIDIKAN BAGI UMAT ISLAM
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/8149
<p>Telah diketahui bahwa Al-Quran merupakan petunjuk. Maka kitab ini seharusnya menjadi pedoman yang harus dipatuhi oleh seluruh umat Islam. Akan tetapi, mungkin sebagian dari mereka masih ragu-ragu akan hal tersebut karena kata-kata atau kalimatnya mengandung kekaburan yang sulit dipahami. Artikel ini membahas tentang pentingnya memahami ayat-ayat muhkam dan mutasyabih dalam Al-Qur'an sebagai dasar bagi umat Islam untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama. Ayat muhkam yang memiliki makna yang jelas dan tegas berfungsi sebagai pedoman hukum yang mantap, sedangkan ayat mutasyabih yang memiliki makna yang ambigu dan multitafsir memberikan ruang untuk refleksi dan pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teks dan studi pustaka untuk mengeksplorasi karakteristik, contoh, dan hubungan antara kedua jenis ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang benar terhadap kedua jenis ayat ini sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan perpecahan di dalam masyarakat Muslim. Sementara itu, hikmah yang dapat dipetik dari keberadaan ayat muhkam dan mutashabih adalah bahwa keberadaan kedua jenis ayat ini memberikan keseimbangan dalam memahami Al-Qur'an. Ayat muhkam memberikan kepastian hukum dan pedoman hidup, sedangkan ayat mutasyabih mengajak manusia untuk berpikir kritis dan mendalam. Hal ini mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas terhadap ajaran Islam.</p>Edi PrasetyoAbu Anwar
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-302025-12-306137037810.24127/profetik.v6i1.8149EFEKTIVITAS MEDIA KALIGRAFI UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN KUALITAS BACA TULIS AL-QUR’AN SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 1 SEPUTIH BANYAK TAHUN AJARAN 2022/2023
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10887
<p>Efektivitas Media Kaligrafi Dalam Meningkatkan Minat Dan Kualitas Baca Tulis Al-Qur'an Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Seputih Banyak Tahun Ajaran 2022/2023. Skripsi ini dibimbing oleh (1) Dr. Kuliyatun, M.Pd.I dan (2) Dr. Prabowo Adi Widayat,M.Pd.I</p> <p>Efektifitas kaligrafi untuk menarik minat dan baca tulis Al-Qur’an sudah teruji karena keindahan seninya, jadi sehinga sekolah menggunakannya untuk menarik minat siswa guna untuk belajar baca tulis Al-Qur’an dan guru Agama Islam sangat berpengaruh terhadap Pembelajaran tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk menjelaskan tentang upaya guru dalam penggunaan media kaligrafi yang dapat meningkatkan minat dan kualitas baca tulis Al-Qur’an siswa kelas X SMA Muhamamdiyah 1 Seputih Banyak pada tahun ajaran 2022/2023 (2) Untuk menjelaskan tentang efektifitas media kaligrafi yang sudah diupayakan oleh guru dalam rangka meningkatkan minat dan kualitas Baca Tulis Al-Qur’an siswa kelas X SMA Muhamamdiyah 1 Seputih Banyak pada tahun 2022/2023.</p> <p>Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen, dengan sampel jenuh sebanyak 31 siswa data penelitian dikumpulkan melalui tes awal (pretest) yang mengukur minat dan kualitas baca tulis Al-Qur'an, serta tes akhir (posttest) setelah intervensi menggunakan media kaligrafi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji tes.</p> <p>Berdasarkan Hasil penelitian dan hipotesis dengan mengunakan uji tes yang didapat menunjukan bahwa 1) Upaya guru untuk mengefektifkan media kaligrafi dalam rangka meningkatkan minat dan kualitas baca tulis Al-Qur’an dengan mengunakan media kaligrafi sudah menunjukan hasil yang efektif, hal itu ditunjukan dengan adanya prestasi belajar membaca dan menulis Al-Qur’an setelah mengunakan media kaligrafi yang dikategorikan baik dari total 31 siswa, , terdapat 2 siswa berada pada kategori "baik" dengan persentase sebesar 6%. Sementara itu, 29 siswa berada pada kategori "sangat baik" dengan persentase sebesar 94%. 2) efektifitas media kaligrafi yang diupayakan guru itu sangat efektif hal itu bisa dilihat dari hasil siklus pembelajaran mulai dari prasiklus dengan nilai sebesar 23%, siklus I mengalami peningkatan 71%, siklus ke II mengalami peningkatan 97% dan kemampuan siswa sudah mengalami peningkatan ketuntasan belajar sebesar 85% dan hipotesis peneliti yang menyatakan bahwa Ho ditolak jadi media kaligrafi dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Seputih Banyak terbukti benar.</p>Tyas PutriKuliyatunPrabowo Adiwidayat
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-302025-12-306140440910.24127/profetik.v6i1.10887MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMK ARRAHMAN DEPOK
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10911
<p>Pendidikan karakter religius di Indonesia memegang peranan penting dalam membangun peradaban bangsa dan menghadapi tantangan globalisasi yang mempengaruhi nilai moral di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perencanaan dan implementasi manajemen pendidikan karakter religius di SMK Arrahman Depok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan holistik untuk menilai fenomena yang terjadi di lingkungan sekolah. Sumber data utama diperoleh dari observasi dan kajian literatur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mencakup Teori Pendidikan Karakter dari Thomas Lickona yang menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui pengajaran dan teladan. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai agama dalam kehidupan siswa, yang terlihat dari kebiasaan mereka melaksanakan sholat berjamaah, berdoa sebelum belajar, dan tadarus Al-Qur'an. Proses ini dilakukan dengan melibatkan semua komponen sekolah, termasuk guru dan wali kelas, untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan pendidikan karakter. Evaluasi terhadap pelaksanaan program menunjukkan peningkatan signifikan dalam perilaku dan pengamalan ajaran Islam oleh peserta didik. Dengan demikian, penerapan manajemen pendidikan karakter religius di SMK Arrahman Depok berhasil meningkatkan karakter religius siswa, mempersiapkan mereka untuk berperan aktif dalam masyarakat dengan nilai-nilai Islami.Penelitian ini merekomendasikan agar pendidikan karakter religius dijadikan fokus utama dalam kurikulum sekolah dan diperkuat dengan keteladanan dari para pendidik agar siswa dapat lebih matang dalam menghadapi tantangan sosial di masa depan.</p>Manti kaliyahNurlaili Fitrianingrum
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-302025-12-306137939010.24127/profetik.v6i1.10911IMPLEMENTASI PROGRAM MORNING DAY DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PADA PESERTA DIDIK DI SMAMUHAMMADIYAH AT- TANWIR METRO
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10892
<p>Karakter religius adalah perilaku atau sikap yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianut, mematuhi pelaksanaan ibadah, serta hidup rukun terhadap sesama. Religius diartikan sebagai kunci pengatur keimanan seseorang dan peribadatan terhadap Allah SWT serta kaidah-kaidah berhubungan dengan manusia dan lingkungan.</p> <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program <em>morning day </em>di SMA Muhammadiyah At-Tanwir Metro, karakter religius apa saja yang terbentuk melalui program <em>morning day </em>di SMA Muhammadiyah At-Tanwir Metro, dan faktor pendukung serta penghambat dalam pelaksanaan program <em>morning day </em>di SMA Muhammadiyah At-Tanwir Metro. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif berjenis <em>fenomenologi.</em></p> <p>Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi program <em>morning day </em>yang dilakukan setiap paginya di SMA Muhammadiyah At-Tanwir Metro dengan pembiasaan berkumpul di masjid, melaksanakan sholat dhuha berjamaah, menghafalkan ayat-ayat kauniyah tentang alam, menghafalkan kosakata bahasa arab, dan menghafal Al-Qur’an, cukup berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius pada diri peserta didik diantaranya peserta didik memiliki aqidah yang lurus, bertauhid yang baik, rajin melaksanakan sholat wajib lima waktu, rajin sholat sunnah tahajud, bersikap jujur dalam perkataan dan perbuatan, beribadah yang benar, melaksanakan <em>amar ma’ruf nahi munkar</em>, berdoa sebelum dan sesudah belajar kemudian juga peserta didik akan mendapatkan kemandirian rasa tanggung jawab. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program <em>morning day </em>ini adalah peserta didik yang antusias serta sarana penunjang yang ada dan faktor penghambat dalam program ini adalah terkadang guru piket terlambat datang serta peserta didik yang kurang bersemangat.</p>Ahdan fahrojiIswatiPrabowo Adi Widayat
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-312025-12-316139640310.24127/profetik.v6i1.10892 Dinamika Dakwah Lintas Kawasan: Pengaruh Influencer Islam Global Terhadap Praktik Keagamaan Di Indonesia
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10813
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Perkembangan media digital telah memperluas arus dakwah lintas wilayah, menjadikan influencer Islam global sebagai aktor penting dalam membentuk praktik keberagamaan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Urgensi kajian ini terletak pada semakin menguatnya pengaruh tokoh keagamaan global terhadap pola ibadah dan referensi otoritas keagamaan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pengaruh influencer Islam global terhadap praktik keagamaan serta memahami dinamika otoritas keagamaan di era digital. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi konten media sosial, dan dokumentasi analisis, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer global berperan dalam mendorong perubahan preferensi ibadah, menerapkan gaya keberagamaan baru, dan menggeser otoritas dari tokoh lokal menuju figur transnasional. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman mengenai transformasi identitas keagamaan dalam konteks globalisasi digital. Penelitian menyimpulkan bahwa dakwah melintasi kawasan perluasan otoritas keagamaan sekaligus menciptakan tantangan baru bagi otoritas lokal. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh algoritma media sosial dan membandingkan perani influencer global dan lokal.</span></span></p>Humayrotul LathyfahAna setiyani mutiaMukmin
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-312025-12-316141041910.24127/profetik.v6i1.10813PENGARUH KECEMASAN SOSIAL TERHADAP PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP ERLANGGA KOTA AGUNG TIMUR
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/10889
<p>Kecemasan sosial adalah kondisi emosional yang memiliki rasa takut, cemas, serta rasa khawatir terhadap penilaian negatif terhadap dirinya ketika berinteraksi dengan orang lain maupun dari lingkungan sosialnya. Kecemasan sosial yang dialami siswa mengalami pergaulan yang terbatas dan kurang beradaptasi dengan lingkungan sosialnya karena mereka akan berpikir disaat tindakan yang mereka lakukan tidak sesuai dengan orang lain maka akan dinilai negatif atau telah melakukan hal yang memalukan. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Melihat keadaan kecemasan sosial siswa di SMP Erlangga Kota Agung Timur; 2) Melihat partisipasi siswa SMP Erlangga Kota Agung Timur pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam; dan 3) Pengaruh kecemasan sosial terhadap partisipasi siswa dalam pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Erlangga Kota Agung Timur.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi pada penelitian ini berjumlah 135 orang yang di pilih menggunakan rumus slovin sehingga mendapatkan sampel 57 responden. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunkan uji hipotesis berupa uji T, uji Anova dan uji regresi linier sederhana.</p> <p>Hasil pengujian menunjukkan bahwa : 1) Kecemasan sosial siswa SMP Erlangga Kota Agung Timur pada skor tertinggi 46% dengan banyak di dominasi oleh perempuan sebesar 44% yang disebabkan oleh pengalaman traumatik sehingga mengakibatkan sulitnya berinteraksi dengan lingkungannya; 2) Siswa yang mengalami kecemasan sosial akan cenderung diam dan menghindari keterlibatannya dalam interaksi pembelajaran di dalam kelas dengan presentase tingkat keaktifan di kelas pada kategori rendah 28%, tetapi pada kedisiplinan memiliki presentase tinggi yaitu 49% selalu mengerjakan tugas dan 53% tidak pernah terlambat masuk kelas; 3) Hasil uji hipotesis pada uji t memperoleh nilai t_hitung sebesar 15,256 dan memiliki nilai signifikansi pada pada uji t sebesar 0,000. Artinya, 15,256 > 1,673 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Besaran pengaruh kecemasan sosial terhadap partisipasi siswa yaitu 30%. Maka hal ini menyatakan hipotesis Ha diterima dan hipotesis Ho ditolak. Dengan demikian disimpulkan bahwa kecemasan sosial yang di alami oleh siswa berpengaruh terhadap partisipasi siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam.</p>Dita IntanCahaya KhaeroniIswati
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2025-12-312025-12-316139139510.24127/profetik.v6i1.10889Studi Komparasi Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Buya Hamka dan Quraish Shihab
https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/profetik/article/view/9360
<p>Buya Hamka dan Quraish Shihab merupakan dua tokoh Muslim Indonesia yang memiliki sejarah pendidikan yang berbeda, keduanya mempunyai semangat mengembangkan ilmu keIslaman, kedua tokoh ini mempunyai pandangan penting akan pendidikan akhlak baik secara Islam maupun ke-Indonesia-an dengan segala kultur yang ada. Penelitian kepustakaan ini dilakukan dengan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan konsep pendidikan akhlak menurut Buya Hamka dan Quraish Shihab, menggunakan teknik analisis isi dalam mengolah data primer dan sekunder yang menjadi acuan penelitian ini. Pendidikan akhlak kepada Allah menurut keduanya dengan cara bertakwa kepada-Nya. Akhlak kepada Rasulullah diwujudkan dengan menghormati dan meneladani, serta bershalawat kepada Rasulullah. Perbedaannya, Hamka memaknai sholawat sebagai ucapan terimakasih, sedangkan Quraish Shihab memaknai sebagai ucapan doa kepada Nabi. Pendidikan akhlak kepada sesama manusia keduanya memiliki kesamaan pandangan tentang akhlak kepada orang tua didasari pada rasa hormat dan bakti kepada mereka, yang membedakan Hamka berbakti kepada keduanya dengan menyayangi dan menghormati agar dapat menunjukkan sebagai muslim yang berbudi luhur, sedangkan Quraish Shihab memberi batasan lebih luas pada adat kebiasaan masyarakat selama dapat membuat keduanya senang dan bahagia. Akhlak kepada tamu, tetangga dan yang memghadiri majelis hendaknya dengan rasa saling menghormati dan bertoleransi. Pendidikan akhlak kepada lingkungan menurut keduanya memiliki kesamaan pandangan manusia diciptakan sebagai <em>khalifah</em> dimuka bumi diberi amanah menjaga dan memanfaatkan segala apa yang diciptakan-Nya sesuai fungsinya di alam semesta ini. Perbedaannya Hamka memaknai akhlak puncak pemanfaatan lingkungan dengan meletakkan cinta pada Allah, untuk mengenal Allah dan mendekatkan diri pada-Nya, sedangkan Quraish Shihab menjelaskan puncak pemanfaatan lingkungan dengan mengantarkan makhluk dan benda yang Allah ciptakan kepada tujuan penciptaanya.</p>Thoriqul Huda HudaSiti PatimahChairul Amriyah
Copyright (c) 2025 PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
2026-01-082026-01-086142042910.24127/profetik.v6i1.9360