PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD (KECURANGAN) PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG

  • Eko Yulianto
  • Suharto Suharto
  • M Ihsan Dacholfany
Keywords: Budaya organisasi, lingkungan kerja, pencegahan fraud

Abstract

Fraud (kecurangan) telah menjadi pusat perhatian bagi pemerintah daerah karena apabila akibat kurangnya pencegahan atau pendeteksian atas tindakan fraud (kecurangan) ini akan mengakibatkan kepercayaan publik atau masyarakat menjadi lemah. Fraud (kecurangan) sering dilakukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Tindakan fraud (kecurangan) mempunyai efek dan resiko yang tinggi, dapat merusak reputasi suatu organisasi dan mengakibatkan kerugian negara, untuk itu suatu organisasi harus melakukan tindakan atau pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya fraud.

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1) Apakah ada pengaruh budaya organisasi terhadap pencegahan fraud (kecurangan) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Provinsi Lampung? (2) Apakah ada pengaruh lingkungan kerja terhadap pencegahan fraud (kecurangan) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Provinsi Lampung? dan (3) Apakah ada pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap pencegahan fraud (kecurangan) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Provinsi Lampung?

Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian asosiatif kausal dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Ma’ruf (2016 : 35) penelitian asosiatif kausal adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel atau lebih. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhadap pencegahan fraud (kecurangan) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Provinsi Lampung.

Teknik-teknik yang dominan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah Kuesioner (angket) dan Metode Dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMP Negeri di Kota Metro yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Provinsi Lampung berjumlah 10 sekolah. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling atau kriteria tertentu dalam pengumpulan data. Reponden dalam penelitian ini adalah personil yang mengetahui perencanaan, penatausahaan, dan pelaporan sekolah terdiri dari Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga kependidikan/Tata Usaha masing-masing 1 orang sehingga berjumlah 5 orang pada masing-masing sekolah serta pada masing-masing kecamatan diwakili oleh 1 sekolah maka diperoleh total sampel penelitian adalah sebanyak 25 orang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Budaya organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap pencegahan fraud (kecurangan). Diperoleh nilai thitung untuk variabel budaya organisasi (X1) sebesar  3,974  lebih besar dari nilai ttabel  sebesar 2,074 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05, hal ini berarti semakin tinggi dan meningkatnya budaya organisasi, maka akan terjadi peningkatan pula terhadap upaya pencegahan fraud (kecurangan). (2) Lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap pencegahan fraud (kecurangan). Diperoleh nilai thitung untuk variabel lingkungan kerja sebesar 5,519 lebih besar dari nilai  ttabel sebesar 2,074, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05,  hal ini berarti lingkungan kerja yang terbentuk semakin baik, maka pencegahan fraud (kecurangan) akan semakin meningkat, (3) Budaya organisasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap pencegahan fraud (Kecurangan). Diperoleh nilai Fhitung adalah 14,624 lebih besar dibandingkan dengan nilai Ftabel  sebesar 3,44 dan nilai Sig. F sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, hal ini berarti semakin tinggi budaya organisasi, dan terbentuknya kondusifitas iklim lingkungan kerja yang semakin baik akan menimbulkan pencegahan fraud (kecurangan) yang semakin tinggi dan baik pula.

Published
2021-11-10
Section
Articles