Studi Etnobotani Adat Kayiak Nari Suku Serawai Muara Pinang Bengkulu Selatan Sebagai Sumber Belajar Biologi Berbentuk Monograf

  • Shely Noperiani SMP Negeri 24 Bandar Lampung
  • Agus Sutanto Universitas Muhammadiyah Metro
  • Agus Sujarwanta Universitas Muhammadiyah Metro
Keywords: Adat, Etnobotani, Kayiak, Nari, Ritual

Abstract

 Etnobotani penting untuk dipelajari oleh masyarakat Indonesia karena pemanfaatan tumbuhan secara tradisional masih banyak yang belum diketahui. Rendahnya pengetahuan masyarakat akan ritual adat dan sedikit masyarakat yang memahami tentang ilmu etnobotani menyebabkan terjadinya degradasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan dalam ritual adat ritual adat Kayiak Nari yang tidak lagi sering dilakukan oleh  masyarakat Desa Muara Pinang Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sampel diambil menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Wawancara dilakukan pada lima narasumber yang merupakan dua masyarakat umum, dua orang dukun anak, dan seorang bidan desa Dusun Muara Pinang Bengkulu Selatan. Hasil penelitian memperoleh 16 tumbuhan yang digunakan dalam ritual adat Kayiak Nari. Tumbuhan digunakan dalam dua hal yaitu sebagai lulur dan sebagai hiasan menari dengan bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun, bunga, biji dan buah.  Semua hasil penelitian ini di buat sebuah monograf yang berisi jenis tumbuhan, manfaat dan bagian tumbuhan yang digunakan.

Kata kunci: Adat, Etnobotani, Kayiak, Nari, Ritual, Sunat

 

Published
2026-07-31