Perbandingan Farmakologi Obat Antituberkulosis dalam Pendekatan Terapi Jangka Panjang

  • faradita dhiyan putri universitas muhammadiyah metro

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi tantangan kesehatan global, terutama di negara berkembang. Terapi TB jangka panjang membutuhkan pendekatan farmakologis yang tepat, mengingat sifat unik Mycobacterium tuberculosis yang mampu bertahan dalam keadaan dorman dan kebal terhadap monoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik farmakologi dari delapan obat antituberkulosis yang umum digunakan, yaitu isoniazid, rifampisin, pirazinamid, etambutol, levofloxacin, moxifloxacin, linezolid, dan bedaquiline. Studi dilakukan melalui kajian literatur deskriptif kualitatif dengan menelaah parameter farmakokinetik, farmakodinamik, efek samping, dan efektivitas terapi jangka panjang. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemilihan regimen harus mempertimbangkan paruh waktu, rute eliminasi, target organ, dan risiko toksisitas sistemik. Terapi individual yang disesuaikan dengan kondisi pasien dan profil obat sangat penting untuk memastikan keberhasilan pengobatan dan mencegah resistensi. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan rasional berbasis farmakologi sangat diperlukan dalam terapi TB jangka panjang.

Pubblicato
2025-11-30