PENERAPAN SIKAP OPTIMIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA PADA SISWA KELAS VII-1DI SMPN 6 METRO TAHUN PELAJARAN 2015/2016

  • Sri Zulyani SMPN 6 Metro
Keywords: Prestasi, Optimisme, Diskusi

Abstract

Optimisme harus menjadi landasan pribadi yang dibangun oleh setiap siswa selama proses pembelajaran. Seiring dengan penerapan Kurikulum 2013 dan penekanan pembelajaran saintifik, maka Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) harus lebih dapat bersinergi dengan konsep Kurikulum 2013. Hal ini karena Mata Pelajaran IPA identik dengan berpikir ilmiah atau saintifik. Optimisme yang ada pada siswa dan guru akan mendorong tumbuhnya aktivitas belajar yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 sekaligus meningkatkan hasil belajar, baik ranah kognitif, kinerja atau keterampilan, dan sikap, bahkan kemampuan pendukung lainnya, seperti kemampuan mendiskusikan berbagai hal. Pembelajaran akan berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal ketika siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Sikap Optimis belum diintegrasikan dalam pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran dengan mendasari Sikap Optimis dapat diuraikan menjadi Saintifik dengan Integrasi Keaktifan Pembelajaran dan dengan mengpptimalkan Tema dIskusi Melalui Imitasi dan Simulasi bisa menjadi alternatif pilihan untuk membelajarkan IPA siswa kelas VII di SMPN 6 Metro.

Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 6 Metro yang beralamat di Jl. Patimura kel. Banjarsari Metro Utara, Kota Metro. Pada siswa kelas VII-1 sebanyak 32 orang, Semester Ganjil, Juli sampai dengan awal bulan September tahun 2015 Tahun Pelajaran 2015/2016. Pada awal tindakan, Sikap Optimis=Saintifik dengan Integrasi Keaktifan Pembelajaran dilakukan dengan Menciptakan Situasi (Stimulasi) yang mendorong para siswa untuk berpikir ilmiah. Berbagai pertanyaan pembuka yang relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran diberikan, menggunakan gambar atau fenomena. Pada tindakan berikutnya, Optimis= Optimalkan Tema dIskusi Melalui Imitasi dan Simulasi (Gambar dan Peragaan) dilakukan dengan menggunakan berbagai temuan hasil pengamatan sebagai tema diskusi. Siswa diarahkan untuk menggambar objek pengamatan sebagai imitasi dan mensimulasikan berbagai kegiatan dalam pengamatan sehingga semua siswa mengalami proses untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan secara ilmiah.

Peneliti menyimpulkan penerapan Sikap Optimis, “ Saintifik dengan Integrasi Keaktifan Pembelajaran dan Optimalkan Tema dIskusi Melalui Imitasi dan Simulasi (Gambar dan Peragaan)” dapat meningkatkan hasil belajar objek ipa dan pengamatannya pada pelajaran IPA Siswa Kelas VII-1 di SMPN 6 Metro pada Tahun Pelajaran 2015/2016. Perubahan prestasi belajar kognitif dari siklus II dan III, Tertinggi dari 100 menjadi 100, Terendah dari 50 menjadi 50, Rata-rata dari 81 menjadi 82. Pada prestasi kinerja, Tertinggi dari 100 menjadi 100, Terendah dari 25 menjadi 25. Ada peningkatan sikap belajar pada siklus III, 50% siswa mencapai sikap dengan predikat sangat baik, dan 50% lainnya baik. Kemampuan diskusi siswa dari siklus II ke siklus III terus berkembang menjadi lebih baik. Pada siklus II ke siklus III, Menggali Informasi awalnya 50 menjadi 57, Memperdalam Pemahaman awalnya 62,9 menjadi 69,8, Merespon awalnya 69,8 menjadi 78,1, Menyimpulkan awalnya 78 menjadi 80. Adapun sebaran predikat kemampuan, pada siklus II, sebanyak 78% baik, menjadi 50% baik karena pada siklus II, sangat baik dan baik masing-masing 50%.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Sri Zulyani, SMPN 6 Metro

 

 

Published
2021-07-12
How to Cite
Zulyani, S. (2021). PENERAPAN SIKAP OPTIMIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA PADA SISWA KELAS VII-1DI SMPN 6 METRO TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Jurnal Guru Indonesia, 1(3), 37-49. https://doi.org/10.24127/jgi.v1i3.1135