PEMANFAATAN MEDIA FILM DAN LKS DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN TARTIL DAN HASIL BELAJAR PAI SISWA KELAS X IPA.1 DI SMAN 1 PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Abstract
Iman adalah sesuatu yang diterima oleh hati. Melalui iman yang kuat maka perilaku keseharian akan diarahkan oleh hati agar tetap memelihara keimanan tesebut. Untuk itu agar iman terjaga maka pengetahuan tentang ilmu agama harus terus diisi sehingga penggunaan akal manusia akan selaras dengan iman. Untuk mendorong kemampuan berpikir siswa untuk menerima Al Qur’an sebagai kebenaran dilakukan dengan memfasilitasi dan mendorong cara berpikir mereka untuk menalar apa yang ada yang di Al quran sebagai pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Para siswa SMAN 1 Pekalongan harus menguasai pengetahuan dan mengamalkan dalam meniti hidup dengan kemuliaan, menjaga martabat manusia dengan menjauhi pergaulan bebas dan perbuatan zina, dan aku selalu dekat dengan Allah Swt dengan baik. Sayangnya, para siswa SMAN 1 Pekalongan masih banyak yang merasa kesulitan untuk menguasainya. Hal ini terjadi karena pengetahuan tentang agama belum sejalan dengan iman, bahwa setiap perbuatan yang merusak iman akan merusak hati. Melatih diri melalui tartil belum diintensifkan padahal kondisi tersebut mendorong pemahaman terhadap ayat dan hadist tentang meniti hidup dengan kemuliaan. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Pekalongan dengan alamat Jalan Kamboja Kalibening, Pekalongan, Lampung Timur, Kode Pos 34391, Kec. Pekalongan Timur, Kabupaten Lampung Timur Lampung, siswa kelas X.IPA-1, 26 siswa, Semester Ganjil, Tahun Pelajaran 2018/2019. Penggunaan pendekatan saintifik dapat divariasikan menurut kebutuhan. Penguatan dilakukan dengan penggunaan berbagai media, termasuk film dan LKS. Penerapan pendekatan saintifik selama pembelajaran PAI dengan unsur-unsurnya diuraikan secara mendetail pada tahapan langkah “menanya” dengan memberdayakan berbagai film animasi tentang PAI yang diunduh dari youtube. Bahan dan informasi yang diperoleh dari media tersebut selanjutnya menjadi penguatan untuk talah menanya dan langkah-langkah berikutnya dalam pembelajaran saintifik. Penguatan langkah tersebut dilakukan dengan cara mendiskusikan berbagai informasi dari film yang telah disajikan. Peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan tartil dan hasil belajar PAI siswa kelas X.IPA-1 di SMAN 1 Pekalongan Tahun Pelajaran 2018/2019 meningkat melalui pembelajaran menggunakan penguatan langkah mengamati pendekatan saintifik mengoptimalkan pemanfaatan media film animasi, LKS, dan diskusi. Perubahan sikap siswa dari prasiklus, siklus I, dan siklus II terus mengalami peningkatan selama pembelajaran.