UPAYA MENINGKATKAN KINERJA MTS BINAAN DALAM PENERAPAN STANDAR PENGELOLAAN MELALUI PENDEKATAN 4C DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Abstract
Madrasah sebagai salah satu sarana pendidikan formal memerlukan banyak hal yang mendukung yaitu antara lain kepentingan dan kualitas yang baik dari kepala Madrasah dan guru, peran aktif dinas pendidikan/pengawas Madrasah, peran aktif orang tua dan peran aktif masyarakat sekitar Madrasah sebagai stake holder atau pemangku kebijakan melalui komite Madrasah. Pengawas dapat menerapkan beberapa pendekatan, baik direktif atau kolaboratif, untuk melaksanakan supervisi manajerial. Dua pendekatan yang dapat digunakan secara maksimal adalah pendekatan direktif dan kolaboratif. Collaboration (Komunikasi), Kolegial (Collegial), Kolaborasi (Collaboration), dan Kerjakan (Carry Out) disingkat 4C merupakan pendekatan taktis dalam supervisi. Subjek dalam penelitian ini adalah para kepala Madrasah dan guru MTs Tri Bhakti Al Husna, MTs Miftahul Huda Kabupaten Lampung Timur, Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian dilaksanakan di MTs Tri Bhakti Al Husna, MTs Miftahul Huda di Kabupaten Lampung Timur. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari s.d April 2019. Satu siklus terdiri dari 4 sd 8 pertemuan yang dilakukan dalam 3 bulan. terdapat 8 sd 16 pertemuan dalam waktu 4 bulan. Pemaknaan 4C merupakan singkatan dari Communication, Collegial, Collaboration and Carry Out (Melaksanakan). Hal ini selaras dengan pemahaman bahwa kegiatan pembinaan yang dilakukan pengawasa harus melalui langkah Komunikasikan, Kolegial (Bersikap seperti teman sejawat) Bekerja sama, dan menerapkannya di lapangan pada saat melaksanakan pembinaan. Akhirnya peneliti menyimpulkan bahwa penerapan standar pengelolaan di MTs Tri Bhakti Al Husna dan MTs Miftahul Huda Kabupaten Lampung Timur meningkat secara signifikan melalui penerapan Pendekatan 4C. Hal ini didasarkan pada temuan: Komunikasi dan Kolegial merupakan langkah-langkah nyata agar Madrasah binaan dapat meningkatkan penerapan standar pengelolaan karena pengelolaan Madrasah membutuhkan kerja sama semua komponen. Kunjungan ke Madrasah lain dilakukan untuk mendapatkan informasi berguna dalam memperbaiki aspek-aspek pengelolaan Madrasah dimulai dari butir-butir yang lemah Komunikasi, kolegial, dan kolaborasi betul-betul dilaksanakan dalam pembinaan. Pelaksanaan Pendeaktan 4C Di MTs Tri Bhakti Al Husna, pada prasiklus 100% langkah berpredikat cukup, kemudian pada siklus I terjadi perubahan, predikat cukup turun menjadi 35% dan predikat baik muncul 65%. Pada siklus II, 90% berpredikat baik dan 10% menjadi sangat baik. Pada MTs Miftahul Huda, pada prasiklus 50% Kurang dan 50% cukup, perubahan pada siklus I, tidak ada lagi predikat kurang, 40% cukup, dan 60% baik, pada siklus II, predikat cukup 30% dan 70% mencapai predikat baik. Semakin baiknya penerapan standar pengelolaan tampak dari semakin tinggi rata-rata capaian. Pada MTs Tri Bhakti Al Husna, pada siklus I, kurang 0%, cukup menjadi 18%, baik menjadi 79% dan baik sekali muncul 4%, pada siklus II predikat baik sekali 18%, baik 82%, cukup 0. Pada MTs Miftahul Huda, pada siklus I, predikat baik sekali belum ada, tetapi muncul predikat baik 54%, predikat cukup menjadi 39%, dan predikat kurang 7%, pada siklus II, baik 86% cukup 14%. Rata-rata MTs Tri Bhakti Al Husna mencapai 84 pada siklus II, MTs Miftahul Huda mencapai 73.
Downloads
Copyright (c) 2022 Jurnal Guru Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.