MENDORONG DEDIKASI HEBAT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN INSTRUMEN EVALUASI HOTS DI SMA BINAAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019

  • Ana Trihaswari Pengawas Dikmen Cabdin Wilayah II
Keywords: dedikasi, hebat, HOTS

Abstract

Setiap proses pembelajaran selalu diakhiri dengan penilaian untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Penilaian otentik menjadi fitur penting yang memerlukan instrumen atau alat ukur. Dalam konteks penerapan Kurikulum 2013 dengan pembelajaran saintifik dan upaya mendorong keterampilan berpikir kritis, maka kemampuan menyusun instrumen tes yang dapat mengukur ranah keterampilan berpikir kritis menjadi sangat penting. Ranah berpikir kritis atau disebut dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi adalam bahasa Inggri disebut Higher Order Thinking Skill  disingkat HOTS. Segala upaya peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan dengan penuh dedikasi yang hebat. Hal ini karena merakit dan membangun Instrumen evaluasi HOTS belum dilakukan dengan maksimal di SMAN 1 Pringsewu dan SMAS Xaverius Pringsewu. Supervisi Akademis, penerapan Dedikasi Hebat tersebut dibagi dalam beberapa pendekatan, yaitu: 1) direktif, 2) pendekatan kolaboratif, perbedaan tindakan dalam tiap siklus adalah pada jenis penggunaan teknik tersebut.  Teknik yang dilakukan dalam siklus I adalah teknik kelompok, dan pada siklus II adalah teknik individu. Jika lebih dari dua siklus tujuan PTS belum tercapai maka sub teknik dari kedua teknik digunakan secara bervariasi dengan eksplorasi teman sejawat untuk saling menginduksikan kemampuannya. Subjek dalam penelitian ini adalah para guru SMAN 1 Pringsewu sebanyak 60 orang dan SMAS Xaverius Pringsewu  sebanyak 32 orang, berjumlah 92 orang, Tahun Pelajaran 2018/2019. Peneliti akhirnya dapat menyimpulkan bahwa kemampuan guru  SMAN 1 Pringsewu dan SMAS Xaverius Pringsewu  dalam menyusun instrumen tes HOTS pilihan ganda dan esai meningkat melalui penerapan “Dedikasi Hebat” yaitu pendekatan direktif dan kolaboratif supervisi dengan hubugan eskplorasi antar teman sejawat. Perubahan capaian persentase Aspek Kemampuan Menyusun Soal HOTS  Pilihan Ganda Pada siklus II, SMAN 1 Pringsewu menunjukkan penguasaan materi 82%, konstruksi 79% dan bahasa sebesar 80% dengan rata-rata 81. Kemudian pada SMAS Xaverius Pringsewu penguasaan materi menunjukkan 78%, konstruksi 75%, dan bahasa sebesar 78% dengan rata-rata 77. Penguasaan materi kedua SMA sama besar, konstruksi lebih tinggi SMAS Xaverius Pringsewu daripada SMAN 1 Pringsewu, sedangkan penggunaan bahasa, SMAN 1 Pringsewu lebih tinggi daripada SMAS Xaverius Pringsewu. Pada siklus II, di SMAN 1 Pringsewu, predikat kurang dan cukup turun menjadi 0% sedangkan predikat baik naik menjadi 20% dan sangat baik menjadi 80%. Pada SMAS Xaverius Pringsewu, predikat kurang dan cukup menjadi 0%, baik mencapai 47% dan sangat baik menjadi 53%. Tampak adanya peningkatan pada seluruh siklus. Dari siklus I ke siklus II, SMAN 1 Pringsewu menunjukkan penguasaan materi 66% menjadi 78%, konstruksi dari 68% menjadi 79% dan bahasa dari sebesar 66% menjadi 84%. Pada SMAS Xaverius Pringsewu penguasaan materi menunjukkan 61% menjadi 73%, konstruksi dari 60% menjadi 76%, dan bahasa dari sebesar 60% menjadi 77%. SMAN 1 Pringsewu mencapai tertinggi pada penggunaan bahasa, begitu juga SMAS Xaverius Pringsewu. Pada siklus II, di SMAN 1 Pringsewu, predikat kurang dan cukup menjadi 0% sedangkan predikat baik naik menjadi 22% dan muncul sangat baik sebesar 78%. Pada SMAS Xaverius Pringsewu, Kurang dan cukup menjadi 0%, baik mencapai 53%, dan predikat sangat baik muncul dengan rata-rata 47%.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2022-04-11
How to Cite
Trihaswari, A. (2022). MENDORONG DEDIKASI HEBAT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN INSTRUMEN EVALUASI HOTS DI SMA BINAAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019. Jurnal Guru Indonesia, 2(2), 59-77. https://doi.org/10.24127/jgi.v2i2.1968