MENGOPTIMALISASI SUPERVISI AKADEMIK DAN INDUKSI TEMAN SEJAWAT SEBAGAI UPAYAMENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MERENCANAKAN PEMBELAJARAN HOTS BERPENGUATAN MEDIA TIK DI SMK BINAAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019

  • Megi Prantama Pengawas SMK Cabang Dinas Wilayah IV
Keywords: HOTS, RPP, TIK, SMK Binaan

Abstract

Pemahaman tentang HOTS pada guru PJOK SMK belum merata, memang ada beberapa guru yang mempunyai kemampuan lebih tinggi. Seharusnya guru yang berkemampuan lebih tinggi dapat menularkan kemampuannya dengan difasilitasi oleh pengawas mata pelajaran. Pembelajaran HOTS menuntut integrasi media pembelajaran berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) namun juga belum dikelola dengan baik oleh para guru PJOK. Untuk memfasilitasi induksi kemampuan kepada teman sejawat tersebut harus dilakukan berbagai kegiatan guru PJOK yang mendorong interaksi para guru sehingga proses induksi berjalan lancar dan nyaman. Terutama induksi kemampuan guru Swasta kepada guru Negeri karena dari para guru Swasta tersebut kelebihan informasi dan keterampilan dapat dibagikan. Hanya saja, kegiatan yang memfasilitasi induksi tersebut, seperti workshop atau lokakarya, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Mapel belum dilakukan secara optimal. Subjek dalam penelitian ini adalah para guru  SMK Swasta dan SMK Negeri yang teridentifikasi memiliki kemampuan rendah Tahun Pelajaran 2018/2019.  Sebanyak 8 orang guru PJOK di SMK Swasta dan 12 orang di SMK Negeri. Pendekatan direktif dan kolaboratif merupakan fitur utama. Pendekatan direktif selalu dominan dilakukan pada awal siklus untuk memberikan konsep dan rencana kegiatan pembinaan. Hal ini dilakukan semata-mata untuk memfasilitasi para guru PJOK dalam mendiskusikan berbagai permasalahan yang terkait dengan pemilihan media TIK dalam langkah saintifik HOTS. Langkah yang harus dilakukan oleh seorang pengawas sekolah  dalam melakukan kegiatan pengawasan: 1) Menetap tolak ukur, yaitu menentukan pedoman yang yang digunakan; 2) Mengadakan penilaian, yaitu dengan cara memeriksa hasil pekerjaan yang nyata telah dicapai; 3) Membandingkan antara hasil penilaian pekerjaan dengan yang seharusnya dicapai sesuai dengan tolak ukur yang telah ditetapkan; 4) Menginventarisasi penyimpangan dan atau kesalahan yang terjadi (bila ada); 5) Melakukan tindakan kolektif, yaitu mengusahakan agar yang direncanakan dapat menjadi kenyataan. Penguatan teman sejawat. Peneliti menyimpulkan bahwakemampuan guru  PJOK SMK Swasta dan SMK Negeri dalam merencanakan pembelajaran saintifik HOTS dengan penguatan media TIK meningkat secara signifikan melalui optimalisasi supervisi akademis dengan pemberdayaan dan induksi dari teman sejawat.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2022-07-31
How to Cite
Prantama, M. (2022). MENGOPTIMALISASI SUPERVISI AKADEMIK DAN INDUKSI TEMAN SEJAWAT SEBAGAI UPAYAMENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MERENCANAKAN PEMBELAJARAN HOTS BERPENGUATAN MEDIA TIK DI SMK BINAAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019. Jurnal Guru Indonesia, 2(3), 144-158. https://doi.org/10.24127/jgi.v2i3.2472