Upaya Meningkatkan Standar Penilaian SMA Binaan Melalui Pendekatan Direktif dan Kolaboratif dengan Penguatan Portofolio dan Sampel Checking Selama Masa Pandemi Tahun Pelajaran 2021/2022

  • Joko Sumaryono Pengawas SMA Cabang Dinas Wilayah V
Keywords: penilaian, direktif, kolaboratif, portofolio

Abstract

Pengamatan awal kondisi standar penilaian di sekolah menunjukkan banyak hal yang kurangs sesuai dengan peraturan. Penggunaan berbagai pendekatan seperti direktif dan kolaboratif, dan supervisi yang tepat diduga dapat meningkatkan kedekatan antara pengawas dengan guru sehingga memberikan motivasi untuk belajar menyusun instrumen penilaian. Perbedaan usia sekolah binaan, > 10 Tahun dan < 10 Tahun tentunya mempengaruhi penyelenggaraan penilaian hasil belajar Aspek-aspek penerapan standar penilaian seperti perangkat penilaian, pelaksanaan penilaian, dan hasil penilaian harus terus dipantau dengan penguatan-penguatan. Salah bentuk penguatan tersebut adalah penggunaan portofolio penilaian dan sample Chcek untuk meyakinkan bahwa aspek-aspek standar penilaian selalu dilaksanakan secara konsisten. Subjek dalam penelitian ini adalah para guru SMA binaan di Kabupaten Lampung Timur, yaitu para kepala sekolah dan guru SMAN 1 Labuhan Maringgai, SMAS Bakat Al Fatimiyah, dan SMAS Tahfidhul Qur’an Hidayatul Mubtadiien, SMAS IT Darul Hikmah, SMA Muhammadiyah 1 Way Jepara, SMA Maarif Nurul Huda, SMAS Irsyaadul ‘Ibaad. Penelitian dilaksanakan empat bulan dari Januari s.d April 2022. Peneliti menyimpulkan bahwa penerapan standar melalui penerapan standar penilaian di SMA > 10 Tahun dan SMA < Tahun  melalui pendekatan direktif dan kolaboratif dengan penguatan portofolio dan Sample Checking.  Pendekatan direktif diikuti dengan portofolio kemudian pendekatan kolaboratif diikuti dengan sample checking. Tindakan dengan pendekatan direktif adalah cara pendekatan terhadap masalah yang bersifat langsung. Supervisor menggunakan arahan langsung. Sudah barang tentu pendekatan ini membawa implikasi pengaruh pengawas lebih dominan. Pendekatan kolaboratif merupakan pendekatan yang memadukan pendekatan direktif dan nondirektif.Perubahan capaian aspek penerapan standar penilaian pada SMA Negeri , tidak ada lagi predikat kurang dan cukup, tetapi berubahan menjadi predikat baik 60%, predikat sangat baik menjadi 40%.  Perubahan capaian tersebut menunjukkan perubahan yang sangat signifikan karena semua butir sudah baik dan baik sekali. Pada siklus II, Perangkat Penilaian meningkat 3,37 mencapai 87,30, Pelaksanaan Penilaian meningkat 5,32 mencapai 81,90, Hasil Penilaian meningkat 4,76 mencapai 81,75. Perubahan capaian aspek penerapan standar penilaian pada SMA Swasta, pada siklus II, semua butir berpredikat baik. Pada siklus II, Perangkat Penilaian meningkat 0,40 mencapai 77,98, Pelaksanaan Penilaian meningkat 1,79 mencapai 76,39, Hasil Penilaian meningkat 1,59 mencapai 74,60. SMA Muhammadiyah 1 Way Jepara meningkat 1 mencapai 95, SMA Maarif Nurul Huda meningkat 1 mencapai 76, SMAS Irsyaadul ‘Ibaad meningkat 2 mencapai 72. SMA Muhammadiyah 1 Way Jepara Sekampung udik capaian tertinggi 88,3 terendah 77. Peningkatan tertinggi 1,7. Pada SMA Maarif Nurul Huda capaian tertinggi 81,7 terendah 73, peningkatan tertinggi 3,3,terendah 0. Pada SMAS Irsyaadul ‘Ibaad capaian tertinggi 75 terendah 66,67, peningkatan tertinggi 6,67 terendah 0.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2023-02-05
How to Cite
Sumaryono, J. (2023). Upaya Meningkatkan Standar Penilaian SMA Binaan Melalui Pendekatan Direktif dan Kolaboratif dengan Penguatan Portofolio dan Sampel Checking Selama Masa Pandemi Tahun Pelajaran 2021/2022. Jurnal Guru Indonesia, 3(2), 209-224. https://doi.org/10.24127/jgi.v3i2.3367