Penerapan Strategi Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA
Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Siswa Kelas VIII B SMPN 1 Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Abstract
Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab hasil belajar siswa rendah, diantaranya kurang perhatiannya siswa pada saat pembelajaran. Hal ini dikarenakan siswa merasa pembelajaran di kelas membosankan, kurang menantang, sehingga siswa kurang berminat menyimak pelajaran. Selama ini pembelajaran banyak dilakukan dengan pendekatan pembelajaran ekspositori, yaitu pembelajaran berupa pemberian informasi verbal yang diperoleh dari buku dan penjelasan guru. Siswa hanya memperoleh informasi melalui aktifitas mendengarkan, membaca dan mencatat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan melalui penggunaan model pembelajaran Discovery Learning (DL) sehingga terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa. Kenyataan bahwa hasil belajar siswa IPA pada materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan masih sangat rendah melatarbelakangi penelitian ini. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Tulang Bawang Tengah Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 di kelas VIII B sebanyak 32 siswa. Metode pengumpulan data melalui observasi dan tes. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPA materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan mengalami peningkatan setelah dilaksanakannya strategi Discovery Learning di setiap siklus yang dilakukan oleh peneliti. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata disetiap siklusnya. Hasil belajar siswa sebelum diterapkannya strategi Discovery Learning ini hanya memperoleh nilai rata-rata 63,13. Akan tetapi, peningkatan mulai terlihat pada saat dilaksanakannya siklus I meningkat menjadi 73,44 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi nilai 81,88 dengan tingkat ketuntasan belajar yang juga meningkat pada setiap siklusnya, yaitu 14 orang siswa (43,75%) pada kondisi awal, menjadi 75,00% atau 24 siswa, dan pada siklus terakhir menjadi 93,75% atau 30 siswa. Peningkatan aktivitas dengan nilai rata-rata 60,29% dengan kriteria cukup (41% - 60%) pada kondisi awal, menjadi 74,91% dengan kriteria baik (61-80%). dan pada akhir siklus kedua tergolong sangat baik (81% - 100%) dengan persentase 83,35%.
Downloads
Copyright (c) 2023 Jurnal Guru Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.