UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MEMAHAMI MERDEKA BELAJAR DAN KURIKULUM MERDEKA MELALUI SUPERVISI AKADEMIS DENGAN PENGUATAN WORKSHOP DI SMA BINAAN KOTA METRO TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Abstract
Seiring dengan penerapan Merdeka Belajar maka Pemerintah secara bertahap menerapkan Kurikulum Merdeka. Penerapan Kurikulum Merdeka terus mengalami penyempurnaan. Kenyataan di lapangan, pelaksanaan pembelajaran tidak berjalan sesuai dengan perencanaan yang diharapkan oleh konsep pembelajaran Merdeka Belajar pada Kurikulum Merdeka. Pada beberapa SMA binaan di Kota Metro yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka, seperti :1) SMA Kristen; dan 2) SMA Darul Muttaqien, menurut hasil pengamatan, banyak guru membelajarkan siswa kurang, atau bahkan tidak mengikuti perencanaan yang dilakukan sebelumnya. Berdasarkan data pengamatan pada SMA binaan, masih memiliki predikat cukup dan rendah pada kinerja guru dalam merencanakan pembelajaran. Indikator kinerja merencanakan pembelajaran yang diukur terdiri dari 9 komponen, CP (Capaian Pembelajaran), Isi CP, ATP, TP, Informasi dan Isi, Kompetensi Isi, Asesmen, Pengayaan dan Refleksi, Lampiran dan Pustaka, masih banyak SMA binaan yang menunjukkan kinerja rendah. Subjek dalam penelitian ini adalah para guru SMA Binaan, Tahun Pelajaran 2022/2023. Terdapat sebanyak 46 orang guru dari SMA Kristen dan SMA Darul Muttaqien Metro. Workshhop digunakan untuk meningkatkan pemahaman guru dalam Merdeka Belajar dan Kurikulum Merdeka. Selanjutnya supervisi akademis tersebut dibagi dalam beberapa pendekatan, yaitu: 1) teknik kelompok, 2) teknik individual, perbedaan tindakan dalam tiap siklus adalah pada jenis penggunaan tekniknya. Teknik yang dilakukan dalam siklus I adalah teknik kelompok, dan pada siklus II adalah teknik individu. Jika lebih dari dua siklus tujuan PTS belum tercapai maka sub teknik dari kedua teknik digunakan secara bervariasi. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa kinerja guru dalam merencanakan pembelajaran Kurikulum Merdeka meningkat secara signifikan melalui optimalisasi supervisi akademis dengan teknik kelompok dan individual dengan penguatan workshop. Pada siklus II, CP 100, Isi CP 66, ATP Pembelajaran 71, TP 69, Informasi dan Isi 72, Kompetensi Isi 73, Asesmen 72, Pengayaan dan Refleksi 74. Lampiran dan Pustaka 75. Pembinaan melalui teknik individual memberikan dampak terhadap upaya para guru untuk melengkapi komponen dokumen perangkat pembelajarannya. Keberhasilan tersebut juga dibuktikan dengan perubahan predikat kinerja dari prasiklus sampai dengan siklus II. Persentase pencapaian telah mencapai indikator keberhasilan penelitian yang direncanakan sebelumnya. Peningkatan kinerja guru dalam merencanakan pembelajaran tidak saja didukung dengan ketepatan metode supervisi yang dilakukan, tetapi karena ketepatan analisis terhadap sasaran komponen perangkat pembelajaran yang harus diperbaiki. Perubahan predikat yang dicapai guru, Pada siklus II, sebanyak 17% berpredikat cukup dan 83% berpredikat baik. Hal ini berarti para guru telah memenuhi kriteria penilaian setiap tahap perencanaan pembelajaran dengan baik. Peningkatan kelengkapan dan komponen MA menunjukkan bahwa komitmen guru terhadap tugasnya semakin baik. Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa supervisi akademik diselenggarakan untuk mendorong guru menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas mengajarnya, mendorong guru mengembangkan kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia memiliki perhatian yang sungguh-sungguh (commitment) terhadap tugas dan tanggung jawabnya.
Downloads
Copyright (c) 2022 Jurnal Guru Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.