ANALISIS PENGARUH SAFETY CULTURE TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN APD PADA PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT XYZ
Abstrak
Industri konstruksi adalah salah satu bidang yang memiliki banyak risiko kecelakaan kerja. Satu masalah utama adalah kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) yang aman saat bekerja di tempat proyek. Diketahui bahwa jika ada budaya keselamatan kerja yang baik, pegiat di lapangan akan lebih disiplin dan terbiasa memakai APD dengan benar. Penelitian ini ingin melihat bagaimana budaya keselamatan kerja memengaruhi sejauh mana pekerja di proyek pembangunan Rumah Sakit XYZ mematuhi aturan penggunaan APD, yang dilakukan dari bulan April 2026. Untuk melakukan ini, cara yang dipakai adalah deskriptif kuantitatif dengan cara mengamati langsung di lokasi proyek. Pengamatan ini dilakukan setiap hari kerja mulai dari tanggal 6 hingga 30 April 2026. Data yang dikumpulkan mencakup jumlah pekerja yang terlihat setiap hari serta seberapa banyak dari mereka yang memakai empat jenis APD, yaitu helm, rompi keselamatan, sepatu safety, dan sarung tangan. Untuk menghitung tingkat kepatuhan, dihitung berapa persen pekerja yang memakai APD lengkap dibandingkan dengan total pekerja yang diperhatikan pada hari yang sama. Selain data angka, catatan kualitatif harian juga dibuat untuk mendokumentasikan keadaan di lapangan, seperti kegiatan briefing tentang keselamatan kerja, sosialisasi mengenai keselamatan, dan pelanggaran terhadap penggunaan APD. Hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan yang jelas dalam kepatuhan selama periode yang diamati. Di minggu pertama (6–11 April 2026), rata-rata kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) ada di antara 86–88%, meskipun masih ada beberapa pekerja yang tidak menggunakan sarung tangan dan rompi keselamatan. Saat dilakukan briefing K3 setiap pagi dan lebih banyak sosialisasi tentang keselamatan kerja, serta pengawasan yang lebih ketat oleh tim manajemen proyek di minggu kedua dan ketiga, tingkat kepatuhan perlahan-lahan naik hingga mencapai 90–96%. Di minggu keempat (24–30 April 2026), kepatuhan dalam menggunakan APD mencapai angka tertinggi antara 94–98%, dengan rata-rata keseluruhan selama periode yang diamati adalah 91,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa penguatan budaya keselamatan kerja dengan tiga cara utama, yaitu pengawasan rutin, sosialisasi yang terus menerus, dan dukungan aktif dari manajemen, memberikan dampak positif pada peningkatan kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD. Peningkatan kepatuhan ini tetap terjadi meskipun jumlah pekerja di lapangan bervariasi setiap hari, yang menunjukkan bahwa perubahan sikap lebih dipengaruhi oleh budaya dan manajemen daripada jumlah orang yang bekerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi kontraktor dalam merancang dan menerapkan strategi untuk meningkatkan budaya keselamatan kerja, terutama di proyek pembangunan fasilitas kesehatan.

