METODE PELAKSANAAN DAN PERHITUNGAN KEBUTUHAN MATERIAL UNTUK PEKERJAAN PILECAP PADA LANTAI SEMIBASEMENT
Abstrak
Pile cap berperan sebagai elemen struktur bawah yang mengikat kepala tiang pancang dan meneruskan beban bangunan secara merata ke sistem pondasi. Ketepatan metode kerja serta akurasi perhitungan kebutuhan material sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan pekerjaan ini di lapangan. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi tahapan pelaksanaan pekerjaan pile cap dan menghitung kebutuhan material pada lantai semi basement Zona 6 Proyek Pembangunan Rumah Sakit Murni Teguh Gama City. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif, dengan data primer diperoleh dari pengamatan lapangan dan data sekunder dari shop drawing serta dokumentasi proyek. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan pile cap menerapkan metode konvensional yang meliputi pekerjaan persiapan, penggalian tanah, pembobokan kepala tiang pancang, pemasangan bekisting batako, penghamparan lantai kerja, perakitan tulangan, hingga pengecoran beton mutu K-350 dengan tulangan D19 dan D22. Pada 22 unit pile cap yang terbagi dalam 11 tipe (F2, F4, F5, F7, F8, F9, F10, F12, F16, FL12, dan FL23), total kebutuhan bekisting batako tercatat 7.639 buah dengan luas keseluruhan 509,24 m², sementara kebutuhan lantai kerja dan beton ready mix bervariasi dari 3,5 m³ (F2) hingga 387,2 m³ (F16), dan kebutuhan tulangan berkisar dari 291,16 kg (F2) hingga 3.955,23 kg (FL23). Hasil ini diharapkan menjadi acuan teknis pengadaan material pada proyek sejenis.

