REPRESENTASI IDENTITAS DIRI REMAJA KOMUNITAS PUNK DI SALATIGA

  • Rizal Amrun’adzim Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Muhammad Yusuf Arwiarto Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Deliyanto
Kata Kunci: Identitas Diri, Remaja, komunitas Punk, Teori Identitas, Representasi Sosial

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi identitas diri remaja dalam komunitas punk di Pasar Rejosari, Kota Salatiga, dengan menggunakan teori perkembangan identitas Erikson, teori status identitas Marcia, teori identitas sosial Tajfel, serta interaksionisme simbolik Mead sebagai pisau analisis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif untuk memahami pengalaman subjektif remaja dalam membentuk dan memaknai identitas dirinya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap empat informan yang merupakan anggota komunitas punk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas diri remaja punk direpresentasikan melalui tiga aspek utama, yaitu penampilan fisik, interaksi sosial, dan pemaknaan diri. Penampilan seperti penggunaan pakaian gelap, tato, aksesoris, dan gaya rambut khas menjadi simbol ekspresi diri dan kebebasan. Interaksi sosial dalam komunitas membentuk solidaritas, rasa memiliki, serta menjadi ruang penerimaan bagi remaja yang merasa terpinggirkan. Dianalisis melalui perspektif Erikson dan Marcia, komunitas punk berfungsi sebagai ruang moratorium psikososial bagi remaja untuk mengeksplorasi dan mengukuhkan komitmen identitasnya, sementara dalam perspektif Tajfel, keanggotaan kelompok memberikan identitas sosial dan harga diri yang positif di tengah stigma dari kelompok luar. Penelitian ini juga merumuskan model konseptual pembentukan identitas diri remaja punk serta implikasinya bagi praktik bimbingan dan konseling, khususnya dalam pendampingan remaja marginal dan pengembangan konsep diri yang positif.

Diterbitkan
2026-06-13
Bagian
Articles