KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DAN PENGEMBANGANNYA OLEH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
Abstrak
Fokus utama dalam penelitian ini adalah Kemampuan Interaksi Sosial Siswa dan Pengembangannya oleh Guru
Pembimbing di SMA Negeri 5 Semarang. Dalam berinteraksi banyak hal yang ditemukan, baik yang bersifat
negative maupun positif. Hal demikian menunjukkan bahwa interaksi merupakan kemampuan yang dipelajari
dalam proses kehidupan sehari-hari. Kemampuan dalam berinteraksi ini dapat dikembangkan melalui layanan
bimbingan dan konseling, sebagaimana yang di terapkan di SMA Negeri 5 Semarang. Metode yang penulis
gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pada penelitian ini penulis melakukan observasi,
wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Berdasarkan penelitian yang telah
penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa: Pertama, dalam menyesuaian diri di lingkungan sosial, ada siswa
yang mampu dan ada yang tidak mampu. Siswa yang tidak mampu dalam menyesuaikan diri pada umumnya
siswa juga kurang mampu berinteraksi di lingkungan sosial SMA Negeri 5 Semarang. Kedua, untuk
menemukan teman akrab, ada siswa yang mampu mendapatkannya dan juga yang tidak. Siswa yang tidak
mampu menemukan teman akrab ini adalah yang siswa tidak mampu menyesuaikan diri, trauma dengan teman
akrab sebelumnya, kurang terbuka dan siswa kurang mampu berinteraksi. Ketiga, ada siswa yang mampu
menimbulkan rasa percaya diri saat belajar dan ada juga yang tidak. Kepercayaan diri yang tidak timbul karena
faktor dalam dan luar diri individu tersebut. Keempat, upaya yang dilakukan oleh guru pembimbing dalam
mengembangkan kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri, untuk menjalin keakraban dan menimbulkan
percaya diri ini adalah dengan memberikan layanan bimbingan konseling baik di bidang pribadi maupun sosial
oleh guru pembimbing di SMA Negeri 5 Semarang.


