Bersama Kita Bisa: Meningkatkan Keterampilan Guru SMKN 4 Metro Menyusun Instrumen Asesmen Sesuai Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2022/2023
Abstract
Sebagai salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dipercaya menjadi Center of Excellence (COE) atau Pusat Keunggulan (PK) dan menerapkan prototipe Kurikulum Merdeka maka para guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Metro (SMKN 4 Metro) harus mampu menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen terkait penerapan Kurikulum Merdeka tersebut. Analisis hasil asesmen merupakan informasi berharga untuk memotivasi siswa, menentukan kebijakan terhadap pembinaan guru dan hal asesmen, menentukan alokasi anggaran untuk memperbaiki hasil asesmen masa berikutnya, dan berbagai langkah respon lain yang relevan. Untuk itu kemampuan guru dalam menyusun dan mengembangkan berbagai instrumen asesmen baik tes maupun nontes menjadi hal yang sangat penting. Kelemahan penyusunan instrumen asesmen menjadi kendala terhadap upaya pencapaian tujuan penerapan Merdeka Belajar. Hal ini terjadi karena kemampuan guru dalam menyusun intrumen asesmen tersebut masih rendah Ada sebuah ungkapan bijak yang mengatakan bahwa, “Jika kita ingin pergi jauh maka pergilah bersama-sama, tetapi jika ingin pergi cepat pergilah sendiri”. Terkandung makna bahwa perjalanan panjang SMKN 4 Metro kedepan akan lebih mudah dan kuat ketika kebersamaan menjadi kekuatan. Hal ini sejalan dengan keterampilan 4C untuk abad 21, yaitu Creative, Critical Thinking, Collaborative, Communicative. Di era revolusi industri 4.0 diperlukan suatu keterampilan yang dapat mengantarkan seseorang untuk sukses dalam kehidupannya. Maka ketika ungkapan bijak dan keterampilan 4C tersebut diadopsi untuk pengembangan SMKN 4 Metro dapat menjadi “Bersama Kita Bisa”. Tindakan dilaksanakan di SMKN 4 Metro beralamat pada Jl. Letjend. R. Soeprapto, Kel. Margodadi, Kec. Metro Selatan, Kota Metro. Subjek dalam Tindakan ini adalah para guru SMKN 4 Metro, Tahun Pelajaran 2021/2022. Ada 43 orang guru di SMKN 4 Metro. Workshop di awal tindakan. Penguatan klinis dilakukan dengan langkah yang akan dilakukan dalam melakukan kegiatan pengawasan supervisi akademik oleh kepala sekolah bekerja sama dengan pengawas pembina. Penulis menyimpulkan bahwa kemampuan guru dalam menyusun instrumen asesmen sesuai Kurikulum Merdeka meningkat melalui BERSAMA KITA BISA dalam bentuk workshop dengan penguatan supervisi klinis dengan penekanan permasalahan prioritas diikuti penyelesaian masalah pendukung dan pemberdayaan teman sejawat.Pembinaan klinis dilakukan sekaligus pada semua guru di setiap sekolah binaan. Penggunaan sampel instrumen asesmen yang sudah baik digunakan untuk memudahkan pembinaan klinis. Untuk perbaikan yang lebih banyak maka digunakan waktu yang lebih lama dan atau dengan memberdayakan guru dari sekolah lain yang lebih maju untuk memberikan contoh kepada teman sejawat guru yang masih ketinggalan dalam menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen sesuai Kurikulum Merdeka. Tanggapan guru terhadap penerapan pendekatan klinis semakin baik. Kemampuan guru menurut aspeknya dari seluruh siklus pada Lanjutan terjadi perubahan predikat, dimana predikat baik semakin banyak.
Downloads
Copyright (c) 2023 Jurnal Guru Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.