Dampak Broken Home Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini

  • Erlik Suryatin Erlik Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Hadi Cahyono Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Nurtina Irsad Rusdiani Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Keywords: Dampak broken home, Perkembangan sosial-emosional

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsekuensi dari situasi keluarga broken home terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik data kondensasi, data display, serta verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi, member check, focus group discussion dan diskusi dengan sesama peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk keluarga broken home disebabkan oleh perceraian orang tua, kecemburuan terhadap pasangan, dan masalah ekonomi. Dampaknya terhadap anak usia 5-6 tahun meliputi penurunan interaksi sosial, kekurangan rasa percaya diri, dan peningkatan aktivitas fisik yang tinggi.

References

[1] Abrantes, L.F. & Casinillo, L.F. (2020). The Impact of Broken Homes on Students’ Academic Performance. European Journal of Educational and Development Psychology, 3(3), 113-122. Achilike, B.A. (2017). Effect of Broken home on Students' Academic Achievement in Ohaukwu Local Government Area of Ebonyi State South East Nigeria. International Journal of Recent Advances in Multidisciplinary Research, 4(1), 2582-2586.
[2] Ardilla, A., & Cholid, N. (2021). Pengaruh Broken Home Terhadap Anak. Studia: Jurnal Hasil Penelitian Mahasiswa, 6(1), 1-14.
[3] Ahmad Susanto, (2011).Perkembangan Anak Usia Dini Pengantar Dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta. Prenadamedia.
[4] AnizarAhmad, dkk. (2016). Perkembanga nPrilakuAnak Dari Keluarga Yang Bercerai Di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidi Jaya.Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini. Vol. 1.no. 1. Hal.46-51
[5] Baiquni, A. N. (2016). Jika Salah Mengasuh dan Mendidik Anak. Yogyakarta: Sabil.
[6] Dagun, M. S. (2002). Psikologi Keluarga. Jakarta: Rineka Cipta.
Published
2024-12-30