Banjarejo Sebagai Desa Eduwisata Budaya Melalui Optimalisasi Sanggar Seni Budaya Gemati Suminar
Abstract
Desa Banjarrejo (desa binaan mitra PPK Ormawa IMAFIS) merupakan salah suatu desa yang berada di Kemacatan Batanghari, desa ini merupakan desa binaan Universitas Muhammadiyah Metro, yang tertuang dalam MoU Nomor : 1247/II.3.AU/F/UMM/2021 yang terjalin sejak tahun 2021. Desa Banjarrejo merupakan desa yang mayoritas pekerjaannya adalah sebagai pegawai negeri, TNI/Polri, karyawan swasta, petani dan pedagang. Tim PPK ORMAWA IMAFIS melakukan observasi dan wawancara dengan Bapak Bambang Sutejo (Kepala Desa sekaligus ketua Sanggar dan Seni Budaya Gemati). Desa budaya merupakan sebuah kominitas atau kelompok yang melestarikan berbagai tradisi, adat istiadat, seni, serta kebudayaan yang khas dari suatu daerah. Desa budaya Gemati Suminar merupakan suatu desa yang berada di dusun Melati, Desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur. Hasil wawancara dengan Kepala Desa, sanggar gemati merupakan sanggar seni dan budaya berdiri pada tahun 1980-an dahulunya bernama Sanggar Mardi Wiromo didirikan oleh Bapak SC. Wingkarsono. Pada tahun 2018 Bapak SC. Wingkarsono meninggal dunia sehinggga sanggar seni dan budaya gemati suminar sempat terbengkalai selama 6 bulan lamanya. Pengembangan Sanggar Seni Budaya Gemati Suminar melibatkan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Banjarejo. Kelompok tersebut merupakan aktor penggerak dalam bidang kepariwisataan desa, yang beranggotakan kurang lebih 25 orang. Obersevasi lapangan menunjukan bahwa tampak kegiatan anak – anak untuk berlatih seni dan budaya berupa wayang kulit, tari, kuda lumping, campursari hingga karawitan. Latihan di sanggar dilakukan di hari rabu dan sabtu yaitu pada waktu siang-sore. Anakanak sangar tari juga beberapa kali diundang untuk mengisi acara-acara tertentu di masyarakat seperti acara di balai desa, acara peringatan 17 Agustus, bahkan kontes seni diluar Desa Banjarejo.
Banjarrejo Village (a village assisted by PPK Ormawa IMAFIS partners) is one of the villages in Batanghari District, this village is a village assisted by Muhammadiyah Metro University, which is stated in the MoU Number: 1247/II.3.AU/F/UMM/2021 which was established since 2021. Banjarrejo Village is a village where the majority of jobs are as civil servants, TNI/Polri, private employees, farmers and traders. The ORMAWA IMAFIS PPK team conducted observations and interviews with Mr. Bambang Sutejo (Village Head and chairman of the Gemati Arts and Culture Studio). A cultural village is a community or group that preserves various traditions, customs, arts and culture that are unique to an area. Gemati Suminar cultural village is a village located in Melati hamlet, Banjarrejo Village, Batanghari District, East Lampung Regency. As a result of interviews with the Village Head, Sanggar Gemati is an arts and culture studio founded in the 1980s, formerly called Sanggar Mardi Wiromo, founded by Mr. SC. Wingkarsono. In 2018 Mr SC. Wingkarsono died, so the art and culture studio Gemati Suminar was abandoned for 6 months. The development of the Gemati Suminar Cultural Arts Studio involved the Banjarejo Tourism Awareness Group (POKDARWIS). This group is a driving actor in the field of village tourism, with approximately 25 members. Field observations showed that there were activities for children to practice arts and culture in the form of shadow puppetry, dance, lumping horse, campursari and karawitan. Training in the studio is carried out on Wednesdays and Saturdays, namely during the afternoon and evening. Children from the dance studio have also been invited several times to participate in certain events in the community, such as events at the village hall, commemoration events for August 17, and even art contests outside Banjarejo Village.


